Hendy Siswanto, Sosok yang Tersembunyi Tapi Suka Berbagi dan Diterima Berbagai Kalangan

Hendy Siswanto, Sosok yang Tersembunyi Tapi Suka Berbagi dan Diterima Berbagai Kalangan

Senin, November 02, 2020

Haji Hendy dan Handoko saat peresmian warung makan gratis dhuafa (dok. Istimewa)


Jember, bedadung.com -- Hendy Siswanto menjadi sosok yang tersembunyi, karena selama ini tak pernah menuliskan namanya diatas nasi kotak atau masjid yang telah dibangun. Setiap bulan Ramadhan selalu berbagi takjil dan nasi kotak. Selain itu memberikan haji gratis dan telah membangun 1000 masjid. Sosok yang berada dibalik Rien Colection dan Seven Dream. Tak banyak yang tahu, tetapi sikapnya yang mudah berbagi menjadikan Hendy Siswanto semakin dikenal dan diterima berbagai kalangan. 


Jadi, tak mengherankan jika kedekatan Hendy Siswanto dengan para Kyai dan Alim Ulama begitu erat. Karena, hal itu terjalin tidak dengan cara instan.  Tetapi, sudah terjalin hubungan sudah lama, tepatnya sejak dua puluh tiga tahun silam, saat merintis karir birokrasi. Selain itu, Hendy Siswanto sudah sering melakukan interaksi sosial keagamaan dengan kegiatan memakmurkan masjid dan pesantren. Tidak hanya di Jember, tapi juga di tiap-tiap kota yang menjadi wilayah tugasnya.




Roudhotul Muchlisin, masjid agung nan megah yang berada di jantung kota Jember, adalah satu dari sekian ratus masjid yang dibangun dan direnovasi oleh Hendy Siswanto. Selain membangun dan merenovasi masjid-masjid dan mushollah, kegiatan berbagi makanan dan takjil berbuka puasa setiap Ramadan tiba adalah hal yang rutin dilakukannya.


Masjid Roudhotul Muchlisin yang sekarang menjadi lebih bagus dan indah


“Wajar dan lumrah jika hubungan antara alim ulama dan kyai dengan Haji Hendy itu sangat dekat. Banyak sekali masjid dan pesantren yang selama ini dimakmurkan olehnya, bahkan jauh sebelum ada soal-soal Pilkada,” kata Handoko, pengusaha pemilik Group Cefila yang mengaku terinspirasi Hendy Siswanto dalam melakukan kegiatan sosial.



“Pak Hendy sering sekali menyampaikan ajakan kepada para pengusaha dan orang-orang yang punya rejeki lebih untuk ikut melakukan kegiatan sosial. Pesannya jelas untuk peduli kepada sesama dan memakmurkan masjid,” kata pria nyentrik yang kini bersama Hendy Siswanto membuka Warung Gratis Duafa dan Bayar Seikhlasnya yang lokasinya tak jauh dari Pasar Sabtuan, Tegal Besar.


Senada dengan yang disampaikan oleh Handoko, Ustad Saifullah Hudi, seorang guru ngaji sekaligus penceramah ini, mengatakan tidak pernah menyangka tahun 2018 kemarin bisa menunaikan ibadah haji yang seluruh biayanya ditanggung oleh Hendy Siswanto.


“Ada sembilan orang guru ngaji dan dai yang diberangkatkan ke tanah suci untuk ibadah haji oleh Haji Hendy saat itu,” kata Ustad Hudi.


Untuk kegiatan memberangkatkan orang berhaji atau umroh ini, hampir setiap tahun Hendy Siswanto rutin melakukannya. Ada ratusan orang yang mendapat kesempatan diberangkatkan haji dan umroh oleh Hendy Siswanto, termasuk para karyawan dan pegawai perusahaan yang dikelolanya.


Tatang, mantan karyawan yang banyak ikut Hendy Siswanto saat di Semarang, ikut mendapat kesempatan umroh sebagai penghargaan atas dedikasinya. Menurutnya, Haji Hendy itu sosok pemimpin yang sangat apresiatif. Atensi dan sikap baiknya kepada karyawan dan pegawainya jadi salah satu alasan Hendy Siswanto begitu dihormati dan disegani oleh orang-orang di sekitarnya. 


“Bapak (Hendy Siswanto, red.) itu orang yang punya kepekaan sosial yang tinggi. Untuk urusan agama apalagi. Tak pernah sekalipun Beliau meninggalkan sholat meskipun kesibukannya begitu padat,” ungkap Tatang.


Melihat peran sosial Hendy Siswanto yang sudah berlangsung selama puluhan tahun ini, banyak kalangan menilai Hendy Siswanto akan mampu mengentaskan kemiskinan dengan metode gerakan sosial dan program terapan yang akan membawa Jember menjadi lebih baik. Seperti yang selalu disampaikannya secara berulang-ulang. “Hak Rakyat Jember Harus Dikembalikan!” (*)

TerPopuler