• Jelajahi

    Copyright © 2015-Bedadung
    Bedadung

    Iklan

    Opini

    Universitas Jember Raih Empat Juara Dalam Abdi Daya 2021

    Selasa, Desember 14, 2021 WIB Last Updated 2021-12-14T12:08:50Z

    Jember -- Universitas Jember meraih empat juara dalam kegiatan Abdi Daya 2021 yang digelar oleh Kemendikbudristek. Empat juara tersebut adalah juara kedua untuk kategori Dosen Pendamping yang diperoleh Dr. Rokhani, MSi dari Fakultas Pertanian dan juara tiga kategori Organisasi Mahasiswa yang diraih oleh Himpunan Mahasiswa Penyuluh Pertanian (HIMAPENTA) Fakultas Pertanian. Sementara itu program yang dimotori oleh HIMAPENTA Fakultas Pertanian dan Gelora Mahasiswa Pecinta Alam (GEMAPITA) FKIP meraih juara ketiga untuk kategori support system atas program yang mereka jalankan.


    Kabar gembira itu disampaikan oleh Wakil Rektor I bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember, Prof. Slamin di Kampus Tegalboto (14/12). Menurutnya, ajang Abdi Daya adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Tujuannya adalah menumbuhkan rasa peduli mahasiswa dan berkontribusi langsung kepada masyarakat desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha dan sejahtera melalui Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D).


    “Jadi, untuk ajang hasil riset bagi mahasiswa ada kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional atau PIMNAS, sementara untuk unjuk kebolehan mahasiswa di bidang seni budaya ada ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional atau PEKSIMINAS. Maka mulai tahun ini Kemendikbudristek menggelar Abdi Daya sebagai wahana pembuktian bagi mahasiswa dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Alhamdulillah dari sepuluh program yang diikutsertakan, Universitas Jember mendapatkan empat juara. Tahun depan kami berharap makin banyak UKM dan BEM yang turut serta dalam ajang Abdi Daya,” jelas Prof. Slamin.


    Kebanggaan meraih juara dalam Abdi Daya juga diungkapkan oleh Rokhani, pembina UKM HIMAPENTA yang membimbing mahasiswanya menjalankan program bertema “Rebranding dan Revitalisasi Pantai Cemara Sebagai Ekoeduwisata Melalui Sinergi Kelembagaan Lokal Guna Kemandirian Ekonomi Desa Wringinputih Kecamatan Muncar Banyuwangi”. Program ini menjadikan Pantai Cemara sebagai destinasi wisata berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam lengkap dengan pemberdayaan sosial ekonomi bagi warga Desa Wringiputih. 


    “Ada dua program yang kami lakukan, pertama konservasi mangrove dengan membangun  trek jembatan mangrove sepanjang 150 meter bekerjasama dengan Pokdarwis setempat. Kedua bekerjasama dengan kelompok Nelayan Mina Selo membangun keramba pembibitan dan budidaya rajungan serta tiram yang kami harapkan dapat menunjang peningkatan ekonomi warga. Program ini kami harapkan menjadikan Pantai Cemara sebagai destinasi ekoeduwisata yang kekinian dan edukatif bagi wisatawan,” jelas Rokhani. 


    Menurut Rokhani, dalam mendampingi mahasiswa menjalankan program PHP2D, dirinya berusaha menempatkan diri sebagai teman diskusi sehingga mahasiswa dapat menyusun prioritas kerja yang menjadi solusi bagi permasalahan warga desa. “Mahasiswa perlu didampingi, terutama saat harus memutuskan sebuah langkah,  apalagi terkadang mereka harus mengambil keputusan dengan cepat. Banyak diantara mahasiswa yang masih minim pengalaman menggerakkan program di masyarakat sebab di bangku kuliah mereka lebih banyak belajar teori. Program PHP2D telah memberikan mahasiswa pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat, bekerja dalam tim dan memecahkan masalah secara partisipatif,” ungkap Rokhani membeberkan resepnya hingga berhasil menjadi juara kedua di kategori dosen pendamping.


    Sementara itu Melisa Priskila, ketua tim HIMAPENTA memaparkan, untuk pembangunan trek jembatan mangrove telah terlaksana dan diresmikan pada tanggal 28 November 2021 lalu. Jembatan sepanjang 150 meter ini diharapkan menjadi destinasi wisata alternatif bagi warga sekitar, sebab sambil menikmati keindahan Pantai Cemara maka wisatawan bisa belajar mengenai ekosistem mangrove yang menjadi hunian bagi kepiting dan ikan. “Sementara ini untuk bibit kepiting dibantu oleh Dinas Perikanan Banyuwangi. Harapannya warga menjaga dan melestarikan mangrove sembari mengusahakan keramba kepiting untuk menambah penghasilan. Kami sampaikan terima kasih kepada warga Desa Wringinputih, perangkat desa, Dinas Perikanan Banyuwangi dan semua pihak yang telah membantu kami,” pungkas Melisa Priskila, mewakili koleganya.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan

    Wisata

    +

    Iklan