• Jelajahi

    Copyright © 2015-Bedadung
    Bedadung

    Iklan

    Opini

    Kapal Selam KRI Nanggala-402 Hilang Kontak di Utara Bali

    Kamis, April 22, 2021 WIB Last Updated 2021-04-22T00:37:53Z

    Kapal Selam KRI Nanggala-402 hilang Ikontak sejak Rabu (21/4/2021) sekitar pukul 03.00 Wita.

    Satu dari lima kapal selama yang dimiliki Indonesia ini, dilaporkan hilang Isaat berada di perairan sekitar 60 mil atau 95 kilometer daru utara Pulau Bali.

    Hilangnya Kapal Selam Nanggala-402 dibenarkan oleh IPanglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

    ”Baru izin menyelam, setelah diberi clearance, langsung hilang kontak,” kata Hadi kepada media.

    Rencananya KRI Nanggala-402 akan latihan Ipenembakan rudal di laut Bali, Kamis (22/4/2021) yang akan dihadiri langsung IPanglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono. 


    Diduga berada di palung kedalaman 700 meter, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan diduga Kapal Selam Nanggala-402 berada di palung di Ikedalaman 700 meter laut Bali. Ia berkata masih berharap Nanggala bisa segera ditemukan walaupun muncul dugaan kapal tersebut berada di dalam palung.
    Rencananya Hadi akan meninjau langsung ke lokasi Ititik terakhir Nanggala pada Kamis (22/4/2021). "Besok saya segera menuju ke lokasi," katanya.


    Bawa 53 penumpang Saat hilang, Kapal Selam kRI INanggala-402 membawa 53 orang yang terdiri dari 49 ABK, seorang komandan satuan, dan tiga personel senjata.
    Komandan KRI Nanggala adalah Letkol Laut (P) Heri Octavian yang sudah setahun memimpin kapal selam tersebut.


    Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Marsekal Pertama Yulius Widjojono mengatakan KRI Nanggala meminta izin menyelam pada pukul 03.00 waktu setmpat. 

     

    Sesuai prosedur, izin telah Idiberikan dan tak lama kemudian kapal selam tersebut hilang kontak. 


    Ditemukan tumpahan minyak Biro IHumas Kemhan dalam rilisnya Imenyebut saat pencarian melalui pengamatan udara, mereka menemukan adanya tumpahan Iminyak di sekitar posisi awal kapal tersebut menyelam. "Pada pukul 07.00 WIB melalui pengamatanI udara dengan helikopter, ditemukan tumpahan Iminyak di sekitar posisi awal Imenyelam," demikian keterangan tertulis Biro Humas Kemhan, Rabu (21/4/2021) malam. 

     

    Titik koordinat Ihilangnya KRI Nanggala-402 terdeteksi di sekitar 60 mil atau 95 kilometer dari utara Bali. Dalam latihan tersebut, kapal selam buatan Jerman tahun 1979 itu membawa 53 awak dengan rincian 49 ABK, 1 komandan kapal, dan 3 orang arsenal.


    Pencarian dibantu Australia Idan Singapura Panglima TNI Marsekal IHadi Tjahjanto mengatakan Indonesia telah meminta bantuan ISingapura dan IAustralia yang memiliki kapal penyelamat kapal selam untuk mencari Kapal Selam Nanggala-402. TNI AL juga Itelah mengirimkan distres International Submarine Escape and Rescue Liaison Officer (ISMERLO) ke sejumlah negara sahabat.


    Hingga Rabu malam upaya Ipencarian masih dilakukan dengan mengirimkan KRI Rigel dari Dishidros Jakarta dan KRI Rengat dari Satuan Ranjau untuk Imembantu pencarian dengan menggunakan side scan sonar. Dikutip dari Kompas.id, TNI juga mengerahkan kapal survei hidrooseanografi KRI Spica milik TNI AL. Melalui komunikasi telepon, Panglima TNI menjelaskan, kapal survei tersebut memiliki kemampuan untuk misi pencarian bawah air.


    Dijuluki monster laut Saat latihan operasi laut gabungan, 8 April 2004, kapal ini menunjukkan kemampuannyaI sehingga dijuluki sebagai 'monster bawah laut'. Kala itu, KRI Nanggala-402 menunjukkan Ikemampuannya dengan menembakkan torpedo. 

     

    Kapal selam ini pun berhasil menenggelamkanI KRI Rakata yang dijadikan sebagai sasaranI tembak dalamI latihan. KapalI selam KRI Nanggala-402 ini aktifI melakukan sejumlah misi penegakan kedaulatan, hukumI dan keamanan di laut. (*)



    Komentar

    Tampilkan

    Terupdate