Kodim 0809 Bersama DP2KBP3A Kediri Gelar Baksos KB Vasektomi Gratis

Kodim 0809 Bersama DP2KBP3A Kediri Gelar Baksos KB Vasektomi Gratis

Minggu, Oktober 11, 2020
idealoka.com (Kediri) – Dalam rangka memperingati HUT TNI ke-75, Kodim 0809 Kediri bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri menggelar bakti sosial pelayanan KB Kesehatan secara gratis di Rumah Sakit Amelia Pare.

Hal ini sebagai upaya membantu pemerintah menyukseskan program Keluarga Berencana (KB) guna mengendalikan jumlah penduduk melalui angka kelahiran bayi dan meningkatkan akseptor baru.

Kegiatan baksos diperuntukkan bagi pria yakni dengan pemasangan alat kontrasepsi Metode Operasi Pria (MOP) atau Vasektomi. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian TNI terhadap pengendalian perkembangan penduduk karena apabila perkembangan penduduk tidak terkendali tentunya akan sangat berpengaruh pada program-program pemerintah lainnya.

BACA : Pemilik Warung di Kediri Dilatih Olah Makanan Higienis dan Kreatif

Sementara itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program KB dengan mengatur jarak kelahiran. Dengan harapan, program keluarga berencana ini akan memasyarakat demi terwujudnya masyarakat kecil dan sejahtera.

Kasi Kepesertaan KB dan Jaminan Ketersediaan Alat Kontrasepsi Dinas P2KBP3A Kabupaten Kediri Istianah mengatakan Pemerintah Kabupaten Kediri terus mendorong masyarakat dalam mengikuti program KB sebagai langkah mengendalikan penduduk melalui angka kelahiran.

Untuk itu, bagi masyarakat yang berminat dapat mendaftarkan diri melalui Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD.

“Upaya yang dilakukan adalah terus melakukan safari sosialisasi dan penyuluhan ke desa-desa terhadap calon akseptor agar mereka bersedia dan banyak warga yang mau melakukan KB,” katanya, Sabtu, 10 Oktober 2020.

BACA : Pemkab Kediri Libatkan Semua Unsur untuk Percepatan Penurunan Stunting

Sementara itu, Abdul Azis, akseptor KB asal Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol menuturkan, ia mengikuti MOP tersebut dengan pertimbangan istrinya memiliki risiko tinggi saat kehamilan, yaitu sering keguguran. Sehingga ia akhirnya memutuskan untuk mengikuti KB MOP atau vasektomi. Meski sempat merasa takut, namun setelah mendapat penjelasan dari kader KB akhirnya ia yakin untuk mengikuti MOP.

“Sempat takut, namun setelah dijelaskan oleh kader KB bahwa MOP hanya operasi kecil, sementara manfaatnya besar maka berani ikut dan enaknya lagi semua gratis,” tuturnya.

Untuk diketahui, dalam Safari KB kali ini terdapat sembilan akseptor pria, yakni tiga orang akseptor berasal dari wilayah Kecamatan Ringinrejo dan masing-masing dua akseptor dari Kecamatan Grogol, Plosoklaten, dan Pare. (*)

TerPopuler