Delapan Pejabat Pemkab Sidoarjo Terkonfirmasi Covid-19

Delapan Pejabat Pemkab Sidoarjo Terkonfirmasi Covid-19

Senin, September 07, 2020
idealoka.com (Sidoarjo) – Pelaksana Harian (Plh) Bupati Sidoarjo Achmad Zaini membenarkan delapan kepala dinas dan pegawai setingkat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang terkonfirmasi atau positif Covid-19.

Hasil itu didapat setelah dilakukan tes swab terhadap 768 orang pegawai di lingkungan Pemkab. "Dari swab test yang sudah dilakukan memang ada delapan kepala dinas dan setingkat kepala dinas terpapar (Covid-19)," kata Achmad dikutip dari jatimnet.com, Minggu, 6 September 2020.

Hanya saja, ia belum berkenan merinci delapan dinas atau jabatan eselon II yang pimpinannya positif Covid-19. Ahmad menilai itu merupakan bagian dari menjaga privasi. "Mohon maaf," ujarnya.

BACA : Baru Dilahirkan, Bayi Ini Dinyatakan Terkonfirmasi Covid-19

Pemkab Sidoarjo, kata dia, tengah melakukan pelacakan penularan para pejabat tersebut. Namun dia mengaku, para kepala dinas tersebut tidak tertular dari almarhum Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin (Cak Nur) yang beberapa waktu lalu wafat akibat Covid-19.

"Kalau dari tracing (pelacakan) itu, mudah-mudahan tidak sampai ke sana (tertular Cak Nur). Tidak ada dugaan ke sana," katanya.

Pihaknya juga telah memeriksa sejumlah pejabat yang mendampingi Cak Nur saat berkunjung ke Kementerian Dalam Negeri sebelum ia meninggal dan ternyata mereka negatif Covid-19.

Achmad memastikan dari delapan kepala dinas yang terkonfirmasi Covid-19 tersebut, ada dua orang yang sudah dinyatakan negatif Covid-19.  "Alhamdulillah sudah ada dua yang sudah negatif, tinggal enam yang masih positif," katanya.

BACA : Pasien TBC Harus Lebih Waspada Covid-19

Achmad memastikan banyaknya kepala dinas yang terpapar Covid-19 tidak akan mengganggu pelayanan di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Sebab, sejak 1 September 2020, Pemkab Sidoarjo telah menerapkan mekanisme kerja yang mengatur waktu masuk para pegawai.

"Jadi 50 (persen) work from home (kerja dari rumah), 50 persen work from office (kerja dari kantor), jadi untuk layanan tidak terkendala. Tracing tetap jalan, dari Dinkes jalan, mudah-mudahan tidak ada yang terpapar selanjutnya," ucapnya. (*)

TerPopuler