Sebelum Pasar Dibuka, Pedagang Akan Jalani Rapid Test

Sebelum Pasar Dibuka, Pedagang Akan Jalani Rapid Test

Rabu, Mei 27, 2020
Jember, bedadung.com -- Sejumlah langkah diambil pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 selama penutupan operasional mal atau pusat perbelanjaan dan pasar tradisional mulai 23 – 29 Mei 2020.

Juru bicara gugus tugas, Gatot Triyono, menjelaskan sejumlah langkah tersebut kepada wartawan, Selasa, 26 Mei 2020, di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika.

“Penutupan mal dan pasar bertujuan untuk melaksanakan pembersihan,” terang Gatot tentang langkah awal oleh gugus tugas. Petugas akan melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar 29 pasar yang dikelola oleh pemerintah.

Seiring itu, gugus tugas sekarang sedang menyiapkan bantuan kepada pedagang pasar tradisional. Bantuan itu berupa beras, minyak, gula, dan uang Rp. 100 ribu.

Sebelum pasar dibuka kembali, pedagang akan menjalani rapid test. Ada lebih 5 ribu pedagang, termasuk pedagang lesehan di pasar.

Dinas Kesehatan saat ini sedang melakukan pemetaan pedagang sekaligus menyusun teknis pelaksanaan tes kesehatan tersebut.

Jika reaktif, pedagang akan menjalani pemeriksaan lanjutan. Sedang yang nonreaktif akan diberi tanda. Tanda ini harus dipakai saat berdagang.

Apabila ada yang menolak menjalani tes, petugas akan melakukan pendekatan. Jika benar-benar tidak mau menjalani pemeriksaan kesehatan itu, maka pedagang tersebut tidak boleh berjualan.

“Karena kebijakan ini untuk kebaikan bersama,” tegasnya.

Saat berdagang nantinya, masih terang Gatot, para pedagang akan ditata lebih ketat agar benar-benar terjadi physical distancing. Mereka juga akan dibekali face shield atau pelindung wajah.

Usia pedagang juga menjadi bahan evaluasi gugus tugas. Opsinya, pedagang yang berusia di bawah 50 tahun diperbolehkan berdagang. “Memang yang rentan kan usia lansia,” ujarnya.

Terkait dengan pedagang yang berusia di atas 50 tahun, Gatot menjelaskan bahwa ketua gugus tugas yang sekaligus Bupati Jember, dr. Faida, MMR., menyampaikan pedagang yang lansia akan mendapatkan perhatian lebih.

Sementara dengan adanya pedagang keliling, Gatot menyebut bahwa gugus tugas saat ini sedang menelusuri mereka untuk mendapatkan penanganan yang diperlukan. (*)

TerPopuler