Kabur dari RSU Soetomo, Petugas Laundry Positif Covid-19 Ditemukan di Pasuruan

idealoka.com (Pasuruan) – Pasien positif Covid-19 wanita usia 56 tahun yang kabur saat dirawat di RSU dr Soetomo, Surabaya, akhirnya ditemukan di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Kabar tentang wanita ini juga diberitakan website resmi Pemkab Pasuruan. Wanita asal Kabupaten Sidoarjo ini ternyata petugas bagian laundry di RSU dr Soetomo. Ia kabur dari RSU Soetomo, Kamis, 30 April 2020, diduga stress atau tak betah selama diisolasi di rumah sakit karena positif Covid-19.

“Berkat laporan warga, kemarin (Minggu, 3 Mei 2020) yang bersangkutan kami jemput dari rumah suami sirinya di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Pasuruan,” kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya, Senin, 4 Mei 2020.

[caption id="attachment_5846" align="alignleft" width="300"] TRC Dinas Kesehatan melakukan rapid test di Puskesmas untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, Sabtu, 2 Mei 2020. Foto: Dinas Infokom Kabupaten Kediri[/caption]

BACA : Putus Penularan Covid-19, Pemkab Kediri Lakukan Rapid Test di Puskesmas

Tim langsung membawa wanita ini ke RSUD Bangil, Pasuruan, untuk diperiksa. “Setelah itu langsung dikembalikan ke RSU dr Soetomo, Surabaya,” kata Anang .

Anang mengatakan tim akan melakukan tes cepat atau rapid test pada suami siri yang bersangkutan serta orang-orang yang pernah kontak dengan kedua orang ini. “Hari ini kami lakukan rapid test dan tracing (pelacakan) pada keluarga yang pernah kontak dengan keduanya,” katanya.

Hingga 3 Mei 2020, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Pasuruan mencapai 222 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 86 orang, dan pasien positif Covid-19 sebanyak 17 orang. (*)

RALAT:

Direktur Utama RSU dr. Soetomo Joni Wahyuhadi membantah kabar adanya pasien yang kabur dari rumah sakitnya. Menurut dia, orang tersebut bukan pasien, melainkan pembantu perawat yang hasil rapid tesnya positif.

“Saya terkejut tentang berita tersebut. Kalau nulis keliru awas ya nanti kuwalat. Jadi beliau itu memang pasiennya dr Soetomo,” ujar Joni di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, dikutip dari jatimnet.com, Senin malam, 4 Mei 2020.

Ia menceritakan bahwa awalnya pihak manajemen RSU dr. Soetomo melakukan pemeriksaan kepada seluruh pegawainya dengan tes cepat (rapid test). Kebetulan hasil pembantu perawat yang dimaksud adalah positif menurut tes cepat. “Beliau itu pembantu perawat, bukan merawat pasien Covid-19,” ujarnya.



Karena hasil rapid test positif, pihak rumah sakit lantas mencarinya. Namun yang bersangkutan tidak masuk kerja. “Kami cari di tempat singgahnya di Surabaya tidak ada, kemudian dicari ke Bangil Pasuruan, ke rumah saudara juga tidak ketemu,” katanya.

Ternyata petugas Satpol PP RSU dr. Soetomo ada yang tahu keberadaan beliau di Pasuruan. Manajemen kemudian menawari untuk dirawat di rumah sakit swasta.

“Kemudian kita tawari apakah dirawat di RSU dr. Soetomo, tapi beliau mengatakan dirinya tidak sakit tapi takut. Jadi beliau isolasi mandiri ternyata, namun saya terus terang tidak tanya apakah isolasi mandirinya bersama suami sirinya,” kata Joni.

Setiap hari pembantu perawat ini setiap kerja selalu pulang pergi dari Surabaya ke Pasuruan, naik kendaraan umum. Rutinitas itu dilakukanya setiap hari saat kerja di RSU dr. Soetomo.  “Setiap hari selalu kita pantau, jadi tidak benar kalau beliau melarikan diri, itu tidak benar. Beliau tidak masuk kerja, itu iya,” kata Joni. (*)

0/Komentar

Lebih baru Lebih lama