• Jelajahi

    Copyright © 2015-Bedadung
    Bedadung

    Iklan

    Opini

    Kisah Sopir Ambulans dan Perawat Pengantar Jenazah Korban Covid-19

    Sabtu, April 18, 2020 WIB Last Updated 2020-11-02T13:44:50Z
    idealoka.com (Surabaya) – Dwi Prasetyo Cahyanto dan Andi, perawat dan pengemudi ambulans Rumah Sakit (RS) Jiwa Menur, Surabaya, mengaku deg-degan ketika harus mengantarkan jenazah pasien positif Covid-19 ke Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.

    Rasa was-was dan takut sempat menyelimuti saat mengantarkannya. "Yang saya rasakan saya takut ketika terjadi sesuatu di jalan, tapi sebagai tanggung jawab kami siap melakukannya," ujar Prasetyo akrab disapa Pras melalui video conference dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, dikutip dari jatimnet.com, Jumat, 17 April 2020.

    Ketakutan Pras tidak hanya pada paparan virus, tetapi juga penolakan warga. Namun kekhawatiran tersebut sirna setelah ia dan Andi menuju Nganjuk dengan standar operasional prosedur membawa pasien Covid-19.

    BACA : Namaku RAISA, Rbot Pelayan Pasien Corona

    Kordinasi dengan pihak desa dan aparat keamanan di tempat asal pasien meninggal juga telah dilakukan. "Sebelum mengantar, kami sudah koordinasi dengan pihak sana. Kami harus melaksanakan kewajiban sampai tuntas. Kami juga pakai APD (Alat Pelindung Diri) overall (semua)," kata Pras.

    Sesampainya di Nganjuk, situasi terkendali. Tidak ada penolakan. Prosesi pemakaman dilakukan empat orang petugas dan hanya dihadiri keluarga. "Habis Isya, ya sedikit ndredeg (deg-degan). Kami menyelesaikan tugas dengan tetap menjaga keselamatan diri baik keluarga pasien maupun petugas," ujarnya.

    Lain halnya dengan Putra, perawat RSUD dr Soetomo ini harus mengantarkan jenazah di salah satu kawasan di Surabaya. Meski terbilang dekat secara jarak, namun proses pemakamannya mengundang banyak orang.

    BACA : Sebulan, Positif Covid di Jatim Hampir Tembus 500 Orang

    "Waktu itu banyak warga yang berkumpul, tapi kami sudah komunikasi degan warga di sana untuk mengosongkan area supaya pemakaman berjalan lancar. Kami sudah pakai APD juga. Orang di dekat pemakaman banyak, tapi mereka bisa menerima," kata Putra.

    Mendengar cerita kedua petugas itu, Khofifah mengapresiasinya. Menurutnya, semua penanganan pasien positif virus SARS CoV-2 bisa berjalan lancar apabila kordinasi dilakukan dengan baik.

    Ia juga menyampaikan pekerjaan yang dilakukan para petugas ini akan baik-baik saja jika menggunakan APD dengan benar. "Pesan saya, mungkin jaga jarak dengan hindari kerumunan agar wabah ini cepat teratasi begitu. Mari kita sama-sama memutus rantai penyebaran Covid-19," kata Khofifah.

    Data pasien positif Covid-19 di Jatim per Jumat, 17 April 2020, bertambah delapan orang menjadi 522 orang. Delapan pasien baru tersebut empat di antaranya dari Surabaya dan sisanya dari Kabupaten Malang, Bangkalan, Sidoarjo, dan Lamongan.

    BACA : Tenaga Medis di Jatim Terjangkit Covid, Satu Orang Meninggal

    Dari total kasus positif tersebut, 96 pasien dinyatakan sembuh. Itu setelah hari ini ada tambahan empat pasien yang sembuh. Empat pasien yang sembuh itu dua di antaranya dari Surabaya dan sisanya dari Kabupaten Bondowoso dan Bangkalan.

    Sementara yang meninggal dunia ada tambahan dua pasien yakni dari Surabaya dan Lamongan. Dengan begitu total yang meninggal dunia sebanyak 48 orang.

    Sedangkan untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 1.826 orang dimana 1.014 orang di antaranya masih diawasi. Kemudian Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 15.942 orang dan yang masih dipantau ada 7.278 orang. (*)
    Komentar

    Tampilkan

    Terupdate

    Wisata

    +