Juragan Gabah di Sidoarjo Dibegal, Uang Rp120 Juta Dirampas

Juragan Gabah di Sidoarjo Dibegal, Uang Rp120 Juta Dirampas

Rabu, April 22, 2020


idealoka.com (Sidoarjo) – Sejak pembebasan narapidana (napi) melalui kebijakan asimilasi dalam rangka pencegahan Covid-19 di Lapas, sejumlah aksi kejahatan terjadi. Namun belum diketahui apakah pelakunya adalah residivis napi yang baru saja dibebaskan atau bukan.

Di Kabupaten Sidoarjo, seorang juragan gabah padi, Yahya Zakaria, 55 tahun, dibegal empat orang pelaku yang mengendarai dua motor. Korban dicegat usai mengambil uang di BCA Cabang Pembantu Kejapanan senilai Rp260 juta, Selasa, 21 April 2020 sekitar pukul 15.00 WIB. Jarak bank dengan lokasi pembegalan sekitar 3-4 kilometer.

Usai mengambil uang, korban yang juga mengendarai motor pulang ke rumahnya di Dusun Jangan Asem, Desa Trompo Asri, Kec. Jabon Sidoarjo. Hampir sampai di rumahnya, korban dipepet dan diapit empat pelaku dengan dua motor. Tangan kiri korban akhirnya dibacok oleh salah satu pelaku. Korban pun terjatuh dan menimpa salah satu motor pelaku.

Korban sempat melawan namun kalah dengan pelaku yang berjumlah empat orang. Pelaku akhirnya mencongkel jok motor korban untuk mengambil dua tas berisi uang ratusan juta rupiah. Namun para pelaku hanya berhasil merampas satu tas berisi uang Rp120 juta.

"Total uang Rp260 juta, hanya sisa Rp140 juta," ujar salah satu saudara korban, Roiroh, dikutip dari jatimnet.com.

Warga yang mendengar teriakan korban minta tolong takut akan membantu karena para pelaku mengancam dengan senjata tajam. Setelah berhasil menggondol uang, pelaku lari dan warga berusaha mengejar namun gagal. Bahkan pelaku sengaja menghamburkan beberapa lembar uang hasil curian untuk menghambat warga yang akan mengejar.

Korban dirawat di RSUD Sidoarjo karena mengalami luka parah di lengan kiri. "Lengan Abah (Zakaria) yang sebelah kiri nyaris putus," kata Roiroh.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji mengunjungi korban di RSUD Sidoarjo. Sumardji menduga para pelaku sudah hapal dengan kebiasaan korban yang mengambil uang dalam jumlah besar di bank. "Sepertinya korban sudah dibuntuti dari bank," katanya.

Polisi masih menyelidiki kasus ini dan mengidentifikasi para pelaku dan kronologi kejadian dengan mengumpulkan bukti rekaman dari CCTV di bank maupun di sepanjang jalan yang dilewati korban. (*)

TerPopuler