124 Santri Temboro asal Malaysia Dipulangkan, 40 Santri Tetap Diisolasi

idealoka.com (Magetan) – Sebanyak 124 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatah, Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan asal Malaysia akhirnya dipulangkan ke negara asalnya, Senin sore, 27 April 2020. Mereka diangkut 10 unit bus dari lingkungan pesantren menuju Bandara Juanda, Surabaya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Magetan Saif Muchlissun mengatakan bahwa sebelum diberangkatkan, ratusan santri itu diuji kesehatannya. Tes cepat atau rapid test pun dilakukan.

“Kondisi santri yang dipulangkan ini sudah dinyatakan sehat,” kata Muchlissun melalui siaran pers tertulis, Senin petang.

BACA : Hasil Rapid Test 31 Santri Ponpes Temboro Reaktif Covid-19

Sementara itu, 40 santri asal Malaysia yang lain tetap berada di ponpes setempat. Sebab dari 40 santri tersebut, delapan di antaranya dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 berdasarkan uji swab. Sedangkan 32 santri sisanya reaktif Covid-19 setelah dilakukan tes cepet.

“Mereka diisolasi di ruang khusus di dalam lingkungan pondok. Mereka juga diawasi oleh petugas dari pondok dan Tim Gugus Tugas Covid-19,” ujar Muchlissun.

Menurutnya, kepulangan santri asal Malaysia itu merupakan permintaan dari Kedutaan Malaysia setelah sebelumnya sebanyak 43 santri ponpes tersebut dinyatakan positif Covid-19 saat pulang ke Malaysia.

BACA : Malaysia Sebut 43 Santri Temboro Magetan Positif Covid-19

Setelah melakukan negoisasi dengan Kementerian Luar Negeri RI, Pemprov Jawa Timur, dan Pemkab Magetan, maka disepakati santri Malaysia dipulangkan. Namun, khusus bagi mereka yang dinyatakan sehat setelah dilakukan pengecekan oleh petugas medis.

Bus yang digunakan mengangkut rombongan santri terlebih dulu disterilkan. Masing-masing armada ditumpangi 15 santri agar berada dalam jarak aman. Kru bus penjemput yang terdiri dari sopir dan kernet menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Iring-iringan bus yang mengangkut santri, barang, dan kendaraan pendamping dikawal mobil patwal Polda Jatim. (*)

  • Penulis: ND. Nugroho

  • Editor: Ishomuddin

0/Komentar

Lebih baru Lebih lama