UMKM dan Instansi Pemerintah di Surabaya Produksi APD Corona

UMKM dan Instansi Pemerintah di Surabaya Produksi APD Corona

Rabu, Maret 25, 2020
idealoka.com (Surabaya) – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya bersama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan Disdag setempat memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker berbahan kain dan baju pelindung. Sedangkan para pegawai Badan Kepegawaian Diklat (BKD) Kota Surabaya memproduksi APD berupa tameng wajah atau face shield.

Kepala BKD Kota Surabaya Mia Santi Dewi mengatakan saat ini semua bergerak atas dasar kemanusiaan. Senin, 23 Maret 2020, ia bersama jajarannya telah membuat sekitar 540 tameng wajah yang diserahkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk proses pendistribusian.

“Kemarin kita sudah membuat 540 face shield dan ini terus berjalan, mudah-mudahan segera usai virus Corona ini. Karena memang untuk memerangi virus ini semua harus bergerak bersama-sama,” kata Mia ditemui di kantornya, Selasa, 24 Maret 2020.

BACA: Tangkal Corona, Risma Racik Minuman Ini untuk Warga Surabaya

Menurutnya, para petugas yang membuat alat pelindung wajah ini kompak. Mereka saling berbagi tugas. Ada yang bagian memotong mika, ada pula yang mengukur spons untuk dipotong dan dijadikan sanggahan. Bahkan, tak sedikit pula dari mereka bertugas di bagian tahap akhir yakni memberikan lem perekat pada mika kemudian menjahitnya dengan disambung karet.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi dan Mutasi Jabatan BKD Surabaya Yanuar Hermawan menambahkan face shield ini cukup sederhana dalam membuatnya. Ada beberapa peralatan yang dibutuhkan di antaranya mika, spons, alat perekat (double tip), dan karet.

[caption id="attachment_5477" align="alignleft" width="300"] Pegawai Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Surabaya memakai tameng wajah dan masker buatan UMKM bersama Dinas Perdagangan dan BKD Surabaya sebagai Alat Pelindung Diri (APD) dari virus Corona, Selasa, 24 Maret 2020. Foto: Pemkot Surabaya[/caption]

BACA: Bupati Kediri Minta Seluruh RS di Kabupaten Kediri Siapkan Ruang Isolasi Pasien Covid-19

“Untuk mikanya kami gunakan ketebalan 0,5 centimeter. Mikanya ukuran 26 centimeter dan tinggi 21,5 centimeter. Kemudian untuk sponsnya tebalnya 3 centimeter. Lalu kita potong sponsnya jadi panjang sesuai lekuk wajah. Jangan lupa pilih spons yang padat,” kata pria yang akrab disapa Wawan ini.

Di tempat berbeda, UMKM “Kartini Muda Dolly Fashion” yang terletak di Jalan Bukit Barisan, Kelurahan Dukuh Pakis, Kecamatan Sawahan, Surabaya, membuat masker berbahan dasar kain. Masker ini juga bakal didistribusikan untuk membantu kelengkapan petugas medis.

Saat ditemui di lokasi, setidaknya ada enam orang ibu yang terlihat sedang membuat masker. Semua bahan baku pembuatan masker ini disediakan Disdag Surabaya dan nantinya semua masker yang jadi akan diserahkan ke Disdag. (*)

Sumber:  https://jatimnet.com/umkm-dan-instansi-pemerintah-di-surabaya-produksi-apd-corona

 

TerPopuler