Polemik Masker dan Corona, Ini Saran Dokter Akademisi Universitas Jember

Polemik Masker dan Corona, Ini Saran Dokter Akademisi Universitas Jember

Senin, Maret 09, 2020
idealoka.com (Jember) – Penanggung jawab layanan Pojok Siaga Corona Virus Disease 2019 (PosCovid-19) Fakultas Kedokteran Universitas Jember (Unej) Cholis Abrori mengingatkan agar masyarakat tidak perlu heboh dalam merespons penyebaran virus corona, apalagi sampai memborong masker.

Yang lebih penting, menurutnya, adalah menjaga pola hidup sehat dan makan makanan sehat dan bergizi.

“Borong masker dengan harga yang mahal tetapi makanan yang bergizi tidak terbeli. Ini perilaku yang justru akan menimbulkan masalah,” katanya, Kamis, 5 Maret 2020.

Menurutnya, sebetulnya penggunaan masker tidak hanya karena virus corona saja. Namun penyakit lainnya seperti influenza dan TBC pencegahannya juga harus dengan mengenakan masker karena memiliki pola penyebaran sama seperti virus corona.

BACA: Edukasi Corona, Universitas Jember Buka Pojok Siaga Corona

“Tetapi tidak semua orang perlu mengenakan masker. Yang perlu memakai masker itu adalah yang sudah dinyatakan positif, mereka yang pernah melakukan kontak dengan orang yang positif corona, atau mereka yang baru pulang dari negara-negara terjangkit virus corona,” ujar Cholis.

Cholis menambahkan bahwa layanan PosCovid Fakultas Kedokteran Unej melibatkan tujuh orang dokter spesialis dan 20 orang mahasiswa. Hal ini bertujuan agar pasien mendapatkan informasi langsung dari ahlinya dan dapat dilakukan tindakan langsung manakala diperlukan.

“Termasuk tujuh orang dokter umum juga kami libatkan. Harapannya jika ada pasien yang kemungkinan terinfeksi dapat segera dilakukan tindakan pertama agar tidak sampai menular pada yang lain,” kata Cholis. (*)

TerPopuler