Pemkab Kediri dan Puskesmas Tingkatkan Kewaspadaan Penularan Virus Corona

Pemkab Kediri dan Puskesmas Tingkatkan Kewaspadaan Penularan Virus Corona

Sabtu, Maret 14, 2020
idealoka.com (Kediri) – Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mengadakan koordinasi dalam rangka Peningkatan Kewaspadaan Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) atau lebih dikenal dengan sebutan virus Corona. Acara tersebut digelar di Ruang Jayabaya, Pemkab Kediri, Kamis, 12 Maret 2020.

Pertemuan ini dihadiri Sekretaris Dinkes Kabupaten Kediri Saeroni, pejabat Dinkes Provinsi Jatim Gito Hartono, dokter spesialis paru RSUD Pare, Hermawan Chrisdiono, dan para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Kediri.

BACA: Cegah Corona, Warga Disarankan Konsumsi Empon-empon

[caption id="attachment_5385" align="alignleft" width="300"] Peragaan pemakaian Alat Pelindung Diri (APD).[/caption]

Sekretaris Dinkes Kabupaten Kediri Saeroni manyampaikan pada tanggal 30 Januari 2020 WHO telah menetapkan wabah virus corona sebagai darurat kesehatan global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Artinya, kedaruratan kesehatan masyarakat yang sudah meresahkan dunia.

“Di Indonesia per tanggal 10 Maret 2020, ada 27 orang yang dinyatakan positif corona. Maka Indonesia sudah masuk dalam kategori Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM). Oleh karena itu, diupayakan peningkatan kesiagaan untuk menghadapi dan mencegah penyebaran Covid-19,” katanya.

Covid-19 merupakan virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Kegiatan deteksi dini dan respons dilakukan di pintu masuk wilayah untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya kasus dalam pengawasan, dalam pemantauan, probabel, atau konfimasi 2019-ncov.

BACA: Batuk Jangan Ditutup Pakai Telapak Tangan, Tapi …

“Rekomendasi standar yang dilakukan untuk mencegah penyebaran infeksi adalah dengan cuci tangan secara teratur, penerapan etika saat batuk dan bersin, serta memasak telur dan daging hingga matang. Selain itu, hindari kontak dekat dengan orang yang mengalami gejala sakit pernafasan seperti batuk dan bersin,” kata Saeroni.

Pemerintah Indonesia membuat kebijakan bagi pendatang dari Korea Selatan, Italia, dan Iran yang memiliki peningkatan yang signifikan pada penyebaran kasus covid-19. Melalui pertemuan ini diharapkan peran seluruh peserta untuk memantau orang yang baru bepergian dari luar negeri, baik dari tiga negara tersebut ataupun dari 109 negara terjangkit.

Selanjutnya para peserta menyimak demo pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) dan penyampaian materi terkait Covid-19 oleh Gito Hartono dan dr. Hermawan Chrisdiono SP.P. (*)

TerPopuler