Pasca Ditetapkan Darurat Covid-19, Kini Satu Warga Positif Corona

Pasca Ditetapkan Darurat Covid-19, Kini Satu Warga Positif Corona

Sabtu, Maret 28, 2020

Jember Kabarejember.com 
---- Baru saja Bupati Jember dr. Hj Faida MMR, menetapkan Kabupaten Jember "Darurat Virus Corona", kini Jum'at 27/03/2020, seorang warga Jember telah dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona.

Berdasarkan data terkini dari Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember yang di umumkan setiap hari jelas terlihat ada satu warga yang positif terjangkit Covid-19.

Hal tersebut di pertegas oleh Kepala Dinas Infokom Kabupaten Jember, Gatot Triono yang menyatakan " sampai saat ini data jumlah PDP ada 9 orang, ODP 140 orang dan satu PDP dinyatakan Positif," ujarnya.

Pasien yang merupakan warga pendatang ini bekerja di Kabupaten Jember dan bertempat tinggal di Wilayah Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember.

Untuk saat ini Pasien dalam perawatan intensif di ruang isolasi Rs. dr Soebandi. Tim Satgas berupaya melacak riwayat pasien guna mencegah penularan, belum bisa kita sampaikan secara detail saat ini," terangnya.

Kerisauan Bupati akan Wabak Virus Corona ini saat terlihat ketika memimpin Rakor antara Forkopimda, Ketua MUI,PCNU, Muhammadiyah,FKUB, Fatayat, Muslimat yang dengan jelas Bupati menegaskan betapa perlunya mengambil langkah-langka pencegahan terhadap penyebaran Virus Corona.

Dimana pada akhir Rakor tersebut, muncul kesepakatan bersama antara Umara dan Ulama untuk sama-sama berperan dalam upaya  pencegahan dan melakukan pembatasan di berbagai aktifitas masyarakat.

Bahkan untuk Sholat Jum'at, jika Masjid tersebut bisa mengikuti prosedur atau SOP protokol penanganan Covid-19 dengan kaeda yang cukup ketat di bolehkan melaksanakan Ibadah Sholat Jum'at,jika tidak bisa maka lebih baik sholat Dzuhur di rumah.

Apa yang menjadi keputusan bersama antara Umara dan Ulama tersebut sudah banyak dilaksanakan oleh Masjid-masjid yang melaksanakan Ibadah Sholat Jum'at pada hari ini.

Seperti halnya Masjid Jami' Al Baitul Amien yang menerapkan SOP yang ketat bagi masyarakat yang ingin melaksanakan Ibadah Sholat Jum'at. Mereka harus antri panjang, di sempron menggunakan disinfektan,diperiksa suhu dan cuci tangan.

Tidak hanya itu, terlihat para jama'ah saling berjauhan antara satu dengan yang lainya,bahkan lebih extrim ada sebagian jama'ah yang menggunakan berbagai cara dan alat pelindung diri saat sholat.

Dan khutbah Jum'at yang dibaca oleh Prof Halim Subahan yang juga Ketua MUI Kabupaten Jember banyak menyentuh soal bagaimana masyarakat,khusunya Jama'ah Sholat Jum'at menghadapi Virus Corona.

Ajakan untuk sama-sama mendukung langkah Pemerintah dalam melakukan upaya-upaya penjegahan dengan mematuhi segala rambu rambu yang sudah di tetapkan turut menjadi penekanan Prof Halim dalam Khutbahnya.

"Apa yang dilakukan oleh Pemerintah saat ini wajib kita dukung,banyakkan istingfar,sholawat kepada Nabi Muhammad saw dan mengamalkan do'a do'a," Seru Prof Halim.(Lilik)

TerPopuler