Cara Cerdas Membangun Negeri

Cara Cerdas Membangun Negeri

Rabu, Maret 04, 2020
idealoka.com (4 Maret 2020) - Akhir-akhir ini, kondisi bangsa ini semakin memprihatinkan. Musibah terjadi di mana-mana; banjir melanda sejumlah daerah, peristiwa tanah longsor menghiasi pemberitaan di media massa, virus corona cukup menyita tenaga dan pikiran, hingga berita hoax yang menjadi konsumsi setiap saat. Ini merupakan ujian besar yang harus dihadapi bangsa ini.

Kiranya, tugas ini tidak cukup dihadapi oleh pemerintah atau sebagian elemen masyarakat saja. Seluruh elemen masyarakat berkewajiban memikirkan kondisi bangsa agar tidak semakin memprihatinkan. Salah satu elemen masyarakat yang hingga kini tetap konsisten memikirkan kondisi bangsa adalah PT Semen Padang. Apalagi, perusahaan ini memiliki motto yang luar biasa.

Kami Telah Berbuat Sebelum yang Lain Memikirkan. Itulah motto yang sangat menarik dan perlu ditiru oleh siapa pun. Motto ini menjadi pemantik semangat PT Semen Padang menghadapi kondisi bangsa. Motto ini bukan sekadar layaknya lipstik pemanis bibir. Motto ini bukan sekadar omong kosong agar bisa menarik perhatian konsumen.

Perusahaan ini memiliki perhatian besar terhadap kondisi bangsa. Di antara sumbangsih kongkret terkait kondisi bangsa adalah perusahaan ini sudah memberikan beasiswa, mengadakan seminar parenting, hingga memberikan bantuan semen terhadap masjid yang terkena banjir dan tanah longsor. Sungguh ini adalah kegiatan yang sangat mulia.

Motto di atas memiliki filosofi yang sangat dalam. Ada semacam gerak cepat dan langkah tepat dalam melakukan sesuatu. Mengapa saya mengartikan seperti itu? Perusahaan ini memiliki kepedulian yang tinggi terhadap orang lain. Sebelum ada yang memikirkan tentang suatu hal, perusahaan ini sudah berbuat sesuatu untuk kebaikan orang lain tersebut. Jadi, apa yang diperbuat oleh perusahaan ini adalah sebuah ikhtiar yang orang lain atau perusahaan lain belum memikirkannya.

Mempertahankan motto yang langsung bisa dirasakan oleh masyarakat memang tidak mudah. Butuh sinergitas antara perusahaan dengan karyawan. Ada sebuah peristiwa menarik yang bisa dijadikan bahan renungan terkait upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kualitas produksi perusahaan. Mohamad Ramdan (2011: 162-163) memberi contoh bahwa seorang manager pemasaran sebuah perusahaan nasional sangat bersemangat ketika diundang customernya.

Ternyata, manager itu merasa senang jika ada customer yang komplain. Itu artinya, ada perbedaan pendapat antara ekspektasi kualitas yang diharapkan pelanggan dengan realitas produk dan servis yang diberikan oleh pabriknya.

Seorang manager dalam cerita tersebut memiliki pola pikir yang positif. Tentu saja ini dalam rangka demi masa depan perusahaan dan demi ‘keberlangsungan’ hidup semua karyawan. Perusahaan yang tidak mau mendengarkan keluhan customer atau konsumen, bisa dipastikan, secara perlahan, perusahaan itu akan ditinggal oleh konsumennya.

Sebab, keluhan-keluhan dari orang lain itu pertanda ketaknyamanan yang dirasakan. Ada baiknya, keluhan itu dipertimbangkan sehingga menjadi sebuah evaluasi untuk menciptakan perusahaan yang lebih kredibel.

Keluhan dari siapapun merupakan peluang untuk memperbaiki perusahaan, termasuk kondisi karyawannya. Keluhan tersebut jangan dimaknai negatif yang hanya menyebabkan menurunnya kualitas kerja karyawan. Pola pikir positif, seperti berbaik sangka kepada siapa pun akan memiliki dampak positif pula. Apalagi, pola pikir positif itu memiliki kekuatan yang sangat luar biasa.

Menurut Areya Prabu Firdaus (2016 : 45), dalam pekerjaan, berfikir positif sangat penting karena menghadirkan kebahagiaan, suka-cita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan dalam bekerja. Selain bekerja menjadi lebih produktif, pikiran positif mampu mewujudkan hal yang dinginkan.

Pola pikir positif akan menimbulkan gerak cepat dalam sebuah perusahaan. Sebab, ia tidak akan memikir hal remeh-temeh secara berlarut-larut. Ia menggunakan pemikirannya bagaimana menjadi sebuah perusahaan itu menjadi semakin maju. Ternyata, PT Semen Padang hingga saat ini sudah berusia 110 tahun.

Itu artinya bahwa perusahaan ini sudah cukup matang dalam melayani konsumennya. Ada banyak hal yang telah disumbangkan kepada masyarakat, walaupun masih ada lebih banyak hal yang harus dilakukan.

Dengan demikian, tidak heran jika perusahaan ini mampu berbuat banyak kepada bangsa ini sebelum yang lain memikirkannya. Pola pikir seperti ini perlu diketuktularkan kepada siapapun yang ingin berbuat baik kepada orang lain. Sebab, kita tidak bisa membuat orang lain berubah sesuai keinginan kita. Jika sebuah perusahaan, ia harus berusaha mengetahui selera konsumen agar tidak pindah ke yang lain.

Tetapi, perusahaan tidak sekadar memandang profit oriented sebagai upaya mempertahankan perusahaan, ia harus membangun negeri ini dengan cara yang cerdas. Mudah-mudahan!

Penulis: Suhairi (Dosen IAIN Madura, Jawa Timur)

TerPopuler