Plt Ketua DPC PDIP Kediri: Calon Bupati Kediri Tunggu Rekom DPP

Plt Ketua DPC PDIP Kediri: Calon Bupati Kediri Tunggu Rekom DPP

Jumat, Februari 07, 2020
idealoka.com (Kediri) - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Budi Sulistyono mengatakan jika saat ini ada yang mengaku sebagai Kader Banteng dan menyebut telah mengantongi rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan sebagai calon Bupati Kediri adalah omong kosong.

“Itu omong kosong itu, siapa yang mengklaim itu, tidak benar,” kata laki-laki yang akrab disapa Kanang tersebut saat ditemui di Gedung Insumo Kediri Convntion Center Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota Kediri, Jum’at, 7 Februari 2020.

Kanang juga menyebut saat ini rekomendasi tersebut masih digodok di DPP terkait siapa yang nanti mewakili PDI Perjuangan dalam kontestasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri 2020.

“Tanggal 17 Februari nanti diharapkan di Jawa Timur sudah muncul nama. Kalau tidak, paling akhir tanggal 23 Maret nanti,” kata Kanang yang juga menjabat Bupati Ngawi ini.

Ia juga menuturkan jika hingga tahap akhir nanti belum juga ditentukan siapa yang layak dan memenuhi syarat, maka DPP akan menujuk salah satu orang untuk mewakili maju di Pilbub nanti.

“Harapan saya di tanggal 17 Februari semua sudah jelas siapa-siapa yang ditunjuk nanti,” katanya. Kanang mengatakan di internal PDI Perjuangan ada empat mekanisme seleksi calon kepala dan wakil kepala daerah. “Yang pertama DPC mengadakan pendaftaran sudah dilakukan, DPD juga sudah dilakukan. Saat ini yang masih berjalan hanya di DPP dan siapa saja boleh mendaftar,” katanya.

Jika di tingkat DPP dinyatakan tidak ada yang memenuhi syarat maka akan dilakukan penujukan langsung. “Soal siapa, bisa dari kader, bisa dari profesiional untuk diterjunkan ke daerah,” tuturnya.

Menurutnya, hingga saat ini proses penggodokan di DPP masih berlangsung. Yang mendaftar baik di DPC maupun DPD menurutnya tidak lah kurang namun belum semua memenuhi syarat. “Kalau kurang tidak, yang terpenting itu memenuhi syarat atau tidak. Boleh jadi duitnya banyak namun saat dibawa ke rakyat diterima tidak. Itu yang kita pikirkan,” katanya. (*)

  • Penulis: Mahendra

  • Editor: Ishomuddin

TerPopuler