Pemkab Kediri Perbanyak RTH, Bermanfaat untuk Lingkungan dan UMKM

Pemkab Kediri Perbanyak RTH, Bermanfaat untuk Lingkungan dan UMKM

Senin, Februari 17, 2020

idealoka.com (Kediri) – Pemkab Kediri di bawah kepemimpinan Bupati Kediri Haryanti Sutrisno berkomitmen menciptakan dan memperbanyak Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain bermanfaat untuk lingkungan, RTH bisa jadi sarana rekreasi murah bagi masyarakat. Lebih dari itu, keberadaan RTH juga dianggap mampu membangkitkan sektor UMKM yang saat ini terus berkembang di Kabupaten Kediri.


Hingga awal tahun 2020, Pemkab Kediri telah menyelesaikan pembangunan empat taman RTH yang tersebar di beberapa kecamatan.


Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kediri Krisna Setiawan keempat RTH yang selesai dibangun itu antara lain taman RTH Totok Kerot di Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu; RTH Tugu Garuda, Kecamatan Pare; RTH di Eks Korcam Kecamatan Papar; dan RTH di ujung barat jembatan Wijayakusuma, Kecamatan Mojo.


“Baik jumlah maupun kualitas RTH itu merupakan konsep dari Bupati. Fokus utamanya adalah selain terkait estetika, kemudian terkait pemeliharaan lingkungan. Diharapkan RTH ini menjadi tempat wisata khususnya yang bersifat edukatif bagi masyarakat,” kata Krisna, Minggu, 16 Februari 2020.




[caption id="attachment_5221" align="alignright" width="300"] Taman Hutan Kota Pare, salah satu RTH di Kabupaten Kediri.[/caption]

Pemkab Kediri sangat perhatian terkait perkembangan RTH ini. Sebelumnya, RTH yang sudah ada dibangun misalnya Taman Hijau di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), RTH di Kecamatan Kepung, dan RTH di Ngadiluwih.


“Untuk patung Totok Kerot memang bertujuan untuk revitalisasi tempat wisata tersebut. Jadi tidak hanya melihat patung lalu pergi. Dengan adanya taman ini, diharapkan terjadi proses pembelajaran terkait sejarah Totok Kerot,” kata Krisna.


Sementara itu, RTH di ujung barat jembatan Wijayakusuma bisa jadi titik untuk melihat keindahan jembatan terutama dari sisi Ngadiluwih. Keberadaan RTH di sisi barat melengkapi salah satu jalan utama yang menghubungkan barat dan timur Kabupaten Kediri,” kata Krisna.


Sementara taman di Patung Garuda merupakan taman pasif yang melengkapi monumen Garuda Pancasila yang berada di tengah perempatan Kecamatan Pare di kawasan Kampung Inggris.


“Tentu saja, taman ini menjadi taman yang representatif di Kecamatan Pare yang sejauh ini telah ada. Seperti Taman Ringinbudho, Taman Kilisuci ,dan Taman Hutan Kota Pare. Dari sisi estetika merupakan penambahan yang sangat signifikan,” katanya.


Sementara untuk Taman Papar, Krisna menegaskan bahwa Pemkab menyiapkan fasilitas berupa bangunan untuk UMKM. Karena selama ini Taman Papar dipersiapkan untuk menunjang keberadaan sentra industri kecil yang berada di bekas kantor koordinator kecamatan (eks-Korcam Papar). (*)

TerPopuler