Mahasiswa Berikan Penyuluhan Kesehatan untuk Masyarakat Desa Sukorejo

Mahasiswa Berikan Penyuluhan Kesehatan untuk Masyarakat Desa Sukorejo

Sabtu, Februari 15, 2020


Jember,Kabarejember.com - Mahasiswa KKN kelompok 10 Universitas Muhammadiyah Jember bersama dengan perawat di Desa Sukorejo, Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember memberikan penyuluhan kesehatan tentang diabetes dan hipertensi untuk ibu-ibu lansia yang tingal disekitar kantor Balai Desa Sukorejo. Selain itu juga diadakan penyuluhan untuk Virus Corona Guru dan Wali Murid TK Berdikari Sukorejo,Kecamatan Sukowono. Dan penyuluhan Tuberculosis untuk ibu-ibu Dusun Tamanrejo.

Rangkaian kegiatan ini merupakan program tematik kesehatan yang disusun oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 10 Universitas Muhammadiyah Jember. Kegiatan ini dilaksanakan tempat dan waktu yang berbeda.

Penyuluhan Diabetes dan Hipertensi diadakan pada hari Selasa (4/2/2020) di Puskesmas Pembantu  Desa Sukorejo, Penyuluhan mengenai Virus Corona diadakan pada hari  Jum’at (7/2/2020) di Gedung Aula Balai Desa Sukorejo dan pada hari Selasa (11/2/2020) dilakukan penyuluhan Tuberculosis dirumah Bapak Sujoko yang merupakan perangkat desa setempat.



Setelah berkonsultasi dengan Ibu Junaida yang merupakan perawat di desa setempat mengenai ruang lingkup kesehatan di desa Sukorejo, Aldi selaku Kordes (Kordinator Desa) Kelompok 10 Universitas Muhammadiyah Jember memilih penyuluhan diabetes untuk lansi karena pada usia lanjut cenderung memiliki penyakit diabetes dan hipertensi.

“Kami Memilih lansia untuk penyuluhan diabetes dan hipertensi karena penyakit itu banyak ditemukan di usia lanjut.” Terangnya.

Aldi menambahkan, untuk penyuluhan virus corona karena untuk menjawab rasa ingin tahu Ibu Guru dan Walimurid TK Berdikari. 



“Kalau untuk penyuluhan Virus Corona yang saat ini sedang banyak diberitakan di media, karena kami ingin menjawab rasa ingin tahu Guru dan Walimurid mengenai Virus Tersebut.” Tambahnya.
Sedangkan, menurut hasil pengamatan yang dilakukan langsung oleh mahasiswa didapati bahwa ada 2  keluarga yang pernah terjangkit Tuberculosis dan dinyatakan meninggal dunia.

Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan menggunakan alat peraga berupa leaflat juga dengan menggunakan alat bantu proyektor serta diakhir penjelasan diberikan sesi tanya jawab dan diskusi.

“Semua kegiatan menggunkan alat bantu dan juga menggunakan proyektor untuk menjelaskan tentang materi-materinya dan juga di akhri dengan sesi tanya jawab.”tutupnya. (tam)

TerPopuler