Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Latih Petani Basmi Hama Tikus

Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Latih Petani Basmi Hama Tikus

Kamis, Februari 13, 2020
idealoka.com (Kediri) – Pemkab Kediri melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri melaksanakan Gerakan Serentak Penanganan dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), Kamis, 13 Februari 2020. Tidak tanggung-tanggung, gerakan serentak ini dilaksanakan di 700 hektar lahan pertanian yang tersebar di 25 kecamatan di Kabupaten Kediri.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Anang Widodo mengatakan kegiatan ini merupakan respons dan perhatian dari Bupati Kediri dalam hal pertanian. Dimana pada puncak musim hujan banyak dilaporkan lahan pertanian mendapat serangan OPT terutama hama tikus.

“Hari ini mendesak untuk dilakukan adalah penanganan hama tikus. Dimana karakter tikus, setelah baru melahirkan malamnya sudah berkembangbiak lagi. Bahkan ketika berusia tiga minggu, anak tikus sudah siap berkembang biak. Ini menyebabkan dalam kondisi normal, satu pasang saja bisa berkembang menjadi 1.100 ekor,” katanya saat memimpin kegiatan di Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar.

[caption id="attachment_5248" align="alignleft" width="300"] Petugas Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri memberikan sosialisasi dan pelatihan penanganan hama tikus, Kamis, 13 Februari 2020.[/caption]

Anang menambahkan bahwa kegiatan pengendalian itu dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada petani mengenai cara pemasangan racun tikus di lahan pertanian. Ia berharap penggunaan racun oleh petani adalah sistemik dan tidak kontak langsung.

“Maksudnya, agar petani memasang racun yang kami siapkan ini di jalur yang sering dilalui tikus. Karena karakter tikus satu lagi adalah menggunakan jalan yang sama setiap harinya,” katanya.

Racun sistemik artinya tikus tidak langsung mati setelah makan racun. “Hindarkan racun kontak langsung, yaitu tikus akan mati setelah makan racun. Ini karena tikus akan mempelajari kenapa rekannya mati setelah makan makanan yang diracuni tersebut,” katanya.

Sosialisasi dan pelatihan itu diharapkan akan ditindaklanjuti oleh petani untuk diterapkan di lahannya masing-masing. Dengan sosialisasi dan pelatihan di 700 hektar lahan pertanian diharapkan bisa membawa dampak luas untuk 2.500 hingga 3.000 hektar lahan pertanian. (*)

TerPopuler