Beginilah Perjuangan Petugas Perekaman KTP-el di Ledokombo Jember

Beginilah Perjuangan Petugas Perekaman KTP-el di Ledokombo Jember

Selasa, Februari 11, 2020

Jember, Kabarejember.com
----Perjuangan dan kerja ekstra keras dijalani petugas perekaman KTP-el di Kabupaten Jember. Mereka  harus saling berpegangan tali, di kedua sudut kain merah. Selanjutnya, giliran kain warna biru yang mereka pegang. Kedua kain warna berbeda itu, sebagai background penanda tahun ganjil dan genap di KTP-el. Itulah sepintas potret kinerja petugas perekam KTP el yang sedang melayani masyarakat.

Tak selesai di sana. Seperangkat alat perekaman KTP-el pun, seperti pindah kantor. Sebab mereka, melakukan perekaman di dapur berbilik bambu, milik janda tua dengan dua orang anaknya yang disabilitas.

Tak mudah bertugas di rumah warganya itu. Apalagi, dua warga yang mereka proses perekaman KTP-el, dua pemuda pemudi berkebutuhan khusus. Bahkan petugas harus sabar, mengarahkan gaya keduanya hingga foto terbaik sesuai standart perekaman.

Kedua warga penerima layanan perekaman KTP-el itu Muhammad (30) dan Yani (25). Mereka kakak beradik yang tinggal di Dusun Krajan, Desa Karang Paiton, Ledokombo.

Sejak kecil, keduanya sudah difabel. Namun di hari itu, Muhammad tampak ganteng, Yani pun lebih bersih karena mukanya dibedaki. Sebab mereka, tentu ingin menampilkan performa terbaiknya.

Ya, begitulah cara Pemkab Jember memberi perhatian khusus, pada warganya yang tak bisa dipaksakan datang langsung ke Kantor Dispenduk Capil, untuk merekam KTP-el. Terlebih, sejak Bupati Faida memimpin. Beberapa terobosan seperti perekaman KTP-el On The Spot, sampai diantar langsung hasil cetakannya melalui Pendopo Express, menjadi komitmen terbaiknya untuk masyarakat Jember.

Kenapa demikian?, Tentu Bupati Faida sadar, bahwa administrasi kependudukan sejatinya kunci utama sebagai syarat penerima program pemerintah. Jika Muhammad dan Yani yang miskin dan disabilitas itu tak memiliki KTP-el, maka keduanya pun akan terlompati saat ada program yang harusnya menjadi haknya.

"Data kependudukan ini digunakan untuk mendapatkan bantuan program pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat," terang Camat Ledokombo, Jono Wasinudin, (10/2). (mul/*)

TerPopuler