Batang dan Daun Pohon di Surabaya Diolah Jadi Mebel dan Kompos

Batang dan Daun Pohon di Surabaya Diolah Jadi Mebel dan Kompos

Rabu, Januari 22, 2020
Surabaya – Berbagai langkah dilakukan Pemkot Surabaya untuk mengurangi dampak bencana di musim hujan. Salah satunya dengan memotong atau memendekkan batang dan ranting pohon besar yang beresiko tumbang atau patah terutama jika terjadi angin kencang dan hujan deras.

Batang, ranting, dan daun pohon-pohon tersebut tidak dibuang atau dibakar begitu saja, tapi dimanfaatkan atau didaur ulang jadi barang yang bermanfaat. Batang dan ranting dijadikan bahan pembuatan mebel seperti meja, kursi, dan lainnya. Sedangkan daun diolah jadi pupuk kompos.

Sabtu, 11 Januari 2020, petugas Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya melakukan pemotongan batang dan ranting di ruas Jalan Ahmad Yani sepanjang 400 meter hingga sebelum Taman Pelangi atau Bunderan Bulog.

[caption id="attachment_4986" align="alignleft" width="300"] Petugas melakukan pemotongan batang dan ranting di Jalan Ahmad Yani, Surabaya. (Dok. Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Surabaya)[/caption]

Hasil pemotongan sejak Sabtu pagi hingga siang, terkumpul 192 meter kubik dedaunan. Dedaunan tersebut dikirim ke Pusat Daur Ulang (PDU) untuk diolah jadi pupuk kompos.

Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau dan Penerangan Jalan Umum DKRTH Kota Surabaya, Hendri Setianto, mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk mengurangi tingkat kerawanan pohon tumbang.

BACA: Kreatif, Mahasiswa KKN Unej Gelar Fashion Show Busana Daur Ulang di Desa Ngimbangan

Perantingan ini sebenarnya kegiatan rutin dan semakin digencarkan di musim hujan mengingat potensi pohon tumbang atau bagiannya patah jika terjadi angin kencang dan hujan deras.

"Kami laksanakan dengan cara memendekkan pohon agar beban dari pohon tidak terlalu berat. Sedangkan untuk sampahnya langsung kami angkut dan bersihkan. Jadi, setelah perantingan sudah zero (tidak ada) sampah," kata Hendri.

Hendri menjelaskan untuk mempercepat proses perantingan, pihaknya menerjunkan 52 pasukan Kadaka dan 60 personel kebersihan. Selain itu, petugas juga menerjunkan lima unit kendaraan skywalker atau peralatan mekanik untuk mencapai ketinggian, 10 unit truk jungkit (dump truck), dan dua alat berat.

"Dengan perantingan ini nanti perawatannya (pohon) juga tidak terlalu sering karena sudah dipendekkan. Paling tidak mengurangi resiko pohon tumbang," ujarnya.

BACA: Mobile Cafe di Banyuwangi Terapkan Ngopi Bayar dengan Sampah

Sementara itu, Kepala Seksi Ruang Terbuka Hijau DKRTH Kota Surabaya, Rochim Yuliadi, menjelaskan dedaunan yang dikirim ke beberapa PDU akan dimasukkan ke mesin pencacah melalui conveyor yang berada di PDU. Setelah itu ditimbang dan diolah menjadi pupuk kompos. Conveyor adalah perangkat mekanik perpindahan barang.

“Hasil perantingan dikirim ke rumah kompos untuk diolah menjadi pupuk kompos," kata Rochim.

Sedangkan untuk batang-batang besar hasil perantingan akan dikirim ke Pengolahan Sampah dan Limbah (PSL) yang berada di Workshop Keputih. Di tempat itu, batang pohon akan diolah menjadi mebel seperti meja, kursi, dan lainnya.

"Hari ini dedaunan yang terkumpul sekitar 192 meter kubik. Sedangkan Kamis, 9 Januari 2020 lalu, berhasil terkumpul 288 meter kubik," ujarnya. Sehingga total sudah terkumpul dedaunan 480 meter kubik yang dijadikan pupuk kompos. (*)

 

TerPopuler