• Jelajahi

    Copyright © 2015-Bedadung
    Bedadung

    Iklan

    Opini

    Satu Rasa Bersama dalam Bingkai Merdeka

    Sabtu, Agustus 17, 2019 WIB Last Updated 2020-11-02T13:43:06Z
    idealoka.com – Sejak sore masyarakat berduyun-duyun ke rumah kepala dusun yang juga warga RT setempat. Masyarakat mengumpulkan secara sukarela berbagai jenis kue, makanan ringan, minuman, hingga buah-buahan.

    Para ibu sibuk menata dan mengemas semua kue, makanan ringan, dan buah-buahan yang akan dijadikan hidangan menjelang malam tiba. Jum’at malam, 16 Agustus 2019, adalah malam peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74.

    [caption id="attachment_4109" align="alignleft" width="300"] Sukuran atau selamatan hari kemerdekaan RI ke-74 yang diadakan warga Rt 02 RW 04 Dusun Ngering, Desa Legok, Kec. Gempol, Pasuruan.[/caption]

    Hampir seluruh masyarakat melakukan sukuran atau selamatan mulai dari tingkat desa, dusun, hingga rukun tetangga (RT). Sukuran biasanya digelar pada tanggal 16 Agustus malam yang dianggap sudah memasuki tanggal 17 Agustus jika menganut kelender Jawa atau Hijriyah dimana pergantian hari setiap sore atau petang.

    Malam tiba, para bapak sibuk menyiapkan perangkat suara dan tikar serta lampu penerang. Sukuran pun siap digelar.

    Begitulah guyub-nya selamatan atau sukuran Hari Kemerdekaan RI ke-74 yang dilakukan warga RT 02 RW 04 Dusun Ngering, Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. “Tradisi sukuran memperingati Hari Kemerdekaan RI ini rutin dilakukan di semua RT yang ada di Dusun Ngering,” kata Kepala Dusun Ngering Faishol Rusdi.

    Beberapa hari sebelumnya para bapak dan pemuda juga telah memasang bendera, umbul-umbul, dan lampu hias warna warni untuk menyemarakkan suasana peringatan hari kemerdekaan. “Kegiatan seperti ini rutin kami lakukan dalam rangka hari kemerdekaan RI,” kata Ketua RT 02 RW 04 Dusun Ngering, Miskan.

    Sukuran atau selamatan digelar di jalan RT setempat. Semua warga hadir baik laki-laki, perempuan, dewasa, dan anak-anak. Tokoh masyarakat dan ustad setempat memimpin pembacaan salawat, tahlil, dan doa.

    “Kami mewakili Bapak Ketua RT mengucapkan banyak terima kasih pada seluruh warga RT 02 yang sudah berpartisipasi dalam setiap kegiatan. Mari kita berdoa bersama untuk para leluhur dan pejuang bangsa,” kata ustad Jaelani sebagai tokoh masyarakat setempat.

    Setelah doa, semua kue, minuman, buah-buahan, dan makanan dibagi sama rata. Meski sederhana, suasana kekeluargaan dan kebersamaan sangat terasa dan tak ternilai harganya. Ya, satu rasa bersama dalam bingkai merdeka. (*)

     
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan

    Wisata

    +

    Iklan