• Jelajahi

    Copyright © 2015-Bedadung
    Bedadung

    Iklan

    Opini

    Menulis Buku Peradaban Yang Hilang Berawal dari Penemuan Patung

    Selasa, Juli 16, 2019 WIB Last Updated 2020-10-15T16:20:02Z

    Jember, Kabarejember.com
    Berangkat dari keprihatinan minimnya perhatian masyarakat terhadap situs purbakala yang ada di Jember, Ainur rohimah, Joni Wibowo, dan Ricky Yulius Kristian tiga orang mahasiswa Universitas Jember ini luncurkan buku berjudul “Situs Sukereno, Peradaban Yang Hilang.”
    Buku setebal 60 halaman ini mengulas tentang hasil dari penelitian mereka bertiga mengenai Situs Sukoreno di Kecamatan Umbulsari Jember yang diduga berasal dari Kerajaan Majapahit.
    Awalnya, penelitian itu mereka lakukan setelah secara tidak sengaja menemukan patung yang diduga Archa Siwa di desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari jember.
    “Awalnya kami temukan patung dengan kepala terpenggal terbengkalai di salah satu pekarangan warga setempat. Setelah kami telusuri ternyata patung itu diduga peninggalan dari jaman Majapahit,” ujar Rohimah saat ditemui di sela-sela aktifitas kuliahnya.
    Menurut mahasiswa jurusan Pendidikan Sejarah ini, berdasarkan dari pengakuan warga, patung yang mereka temukan tidak terawat itu adalah arca Dewa Siwa Ganesa. Untuk memastikan kebenaran informasi mengenai patung yang mereka temukan, Rohimah dan kawan-kawannya pun melakukan perbandingan ke Museum Trowulan di Mojokerto.
    “Bedasarkan hasil perbandingan kami dengan benda purbakala di Trowulan ternyata patung tersebut memiliki kemiripan dengan Archa Mahakala dan Nandi Suara dari jaman Majapahit, spertinya pada bagian kepala,” imbuh Rohimah.
    Dari hasil penulusuran panjang yang mereka lakukan kemudian mereka tuangkan dalam sebuah buku. Harapannya, buku hasil penelitian itu bisa dibaca masyarakat karena situs itu dianggap penting dan dapat dilestarikan sebagai aset budaya nasional.
    “Kami juga membuat naskah akademik untuk Balai Pelestarian Cagar Budaya Jember supaya nantinya dilakukan penelitian lebih mendalam untuk mengungkap keterkaitan situs dengan Kerajaan Majapahit,” pungkasnya. (Mia/hms)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan

    Wisata

    +

    Iklan