• Jelajahi

    Copyright © 2015-Bedadung
    Bedadung

    Iklan

    Opini

    Ketua PTUN Jakarta : Doa Restu Orang Tua Adalah Kunci Sukses Dalam Hidup

    Rabu, Juli 03, 2019 WIB Last Updated 2020-10-15T16:20:23Z


    Jember, kabarejember.com
    Ada pesan menyentuh yang disampaikan Hari Sugiharto, Ketua Pengadilan Tata
    Usaha Negara (PTUN) Jakarta saat memberikan kisah suksesnya meniti karir, di hadapan
    wisudawan periode VI tahun akademik 2018/2019 Universitas Jember (UNEJ) di Gedung Soetardjo
    (29/6).

    Menurutnya, doa restu orang tua adalah kunci sukses dalam hidup, termasuk dalam
    meniti karir. Pasalnya perjalanan para lulusan setelah diwisuda bakal lebih berat dibandingkan
    saat menempuh pendidikan di Kampus Tegalboto. Untuk menuju sukses maka tiada kata lain
    selain berjuang, dan dibantu oleh doa restu orang tua.

    Hari Sugiharto yang alumnus Fakultas Hukum yang pernah bercita-cita jadi dosen ini
    lantas menceritakan perjuangannya selama meniti karir. “Selepas lulus saya berniat jadi dosen,
    hakim atau masuk ke TNI tapi orang tua mengarahkan jadi hakim. Saya juga pernah mencoba
    berpikir untuk berhenti sebagai hakim saat bertugas di Pengadilan Palangkaraya menangani
    kasus bentrokan etnis antara suku Dayak dan suku Madura, tapi alhamdulillah berkat doa restu
    dan dukungan orang tua semua rintangan berhasil saya lalui. Jika hari ini saya menjadi Ketua
    PTUN Jakarta juga pasti karena doa restu orang tua. Oleh karena itu jika Anda masih memiliki
    orang tua, maka perbaiki hubungan dengan orang tua,” tutur pria asli Trenggalek ini.

    Kepada segenap yuniornya, hari Sugiharto memberikan resep lainnya agar sukses. ”Jadilah orang yang profesional dan berintegritas, jika ingin jadi dosen maka lanjutkan studi ke
    jenjang yang lebih tinggi, jika ingin jadi hakim maka harus menguasai Ilmu Hukum begitu
    seterusnya. Kedua, dunia sudah berubah karena itu banyak pekerjaan yang tidak lagi
    menitikberatkan pada latar belakang pendidikan, lulusan Fakultas Hukum pun bisa berkarier di
    perbankan.

    Oleh karena itu, jadilah orang yang kreatif dan terus menuntut ilmu agar mampu bersaing di dunia kerja. Satu hal lagi, harus bangga jadi lulusan Universitas Jember,” ujar Hari
    Sugiharto yang memperoleh prdikat lulusan S3 terbaik saat lulus dari Universitas Airlangga 2017
    lalu.

    Pesan Ketua PTUN Jakarta tadi senada dengan sambutan Rektor Universitas Jember
    yang disampaikan diawal acara wisuda. Menurut Moh. Hasan, Universitas Jember terus
    memperbaiki proses belajar agar sesuai tuntutan jaman dan memberikan fasilitas guna
    pengembangan mahasiswa.

    “Pada wisuda kali ini dari 900 orang yang turut serta, sebanyak 527 wisudawan lulus tepat waktu. Ada 260 wisudawan yang lulus dengan predikat cumlaude. Kita juga terus berusaha memperpendek masa tunggu lulusan dalam memperoleh pekerjaan pertama. Berdasarkan tracer study yang dilakukan saat ini lulusan Universitas Jember rata-rata memerlukan waktu 4 bulan 4 hari untuk memperoleh pekerjaan. Masa tunggu ini akan terus kita perpendek dengan berbagai bekal pelatihan dan kerjasama dengan segenap stake holder,” ujar Moh. Hasan.

    Dalam kesempatan wisuda periode VI ini, Rektor Universitas Jember mengajak segenap
    hadirin bersyukur karena proses demokratisasi melalui Pemilu sudah selesai dengan aman dan
    damai. Hal ini menunjukkan kematangan Indonesia dalam berdemokrasi. “Kini saatnya bersatu
    padu membangun bangsa dan negara, apalagi kita tengah menghadapi kondisi yang tidak kalah
    beratnya, yakni kondisi perang dagang dunia yang dikhawatirkan mempengaruhi perekonomian
    Indonesia. Tapi dengan persatuan maka semua rintangan insyaallah bisa kita lalui,” imbuh Moh.
    Hasan.

    Dengan tambahan 900 lulusan, maka sejak berdirinya di tahun 1964 lalu, Universitas
    Jember telah meluluskan 100.758 sarjana dari berbagai strata dari diploma hingga doktoral.

    Tampil sebagai wisudawan dengan predikat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di
    jenjang sarjana adalah Mitha Istia Mulyadewi, SE dari Program Studi Manajemen Fakultas
    Ekonomi dan Bisnis. Gadis asli Jember ini memperoleh IPK nyaris sempurna yakni 3,94 yang
    diraihnya selama berkuliah 3 tahun 8 bulan dan 30 hari.

    Sementara untuk jenjang diploma diraih oleh Dewi Rahma Puspita, A.Md dari Program Studi Diploma Tiga Perpajakan FISIP dengan IPK 3,91 setelah kuliah selama 2 tahun 8 bulan dan 14 hari.
    Berikut data lulusan Universitas Jember dalam wisuda periode VI tahun akademik  2018/2019. (mia/iza/iim/hms)


    No Fakultas S 3 S 2 S 1 S 0 Jumlah
    1. Hukum 1 18 120 - 139
    2. Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - 3 41 6 50
    3. Pertanian - 4 62 - 66
    4. Ekonomi dan Bisnis 1 10 74 29 114
    5. Keguruan dan Ilmu Pendidikan - 14 244 - 258
    6. Ilmu Budaya - 3 24 - 27
    7. Teknologi Pertanian - 3 34 - 37
    8. Kedokteran Gigi - - 28 - 28
    9. Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - - 23 - 23
    10. Kedokteran - - 28 - 28
    11. Kesehatan Masyarakat - - 24 - 24
    12. Teknik - - 27 2 29
    13. Farmasi - - 6 - 6
    14. Keperawatan - - 43 6 49
    15. Ilmu Komputer - - 20 - 20
    16. Program Pascasarjana - 2 - - 2
    J u m l a h 2 57 798 43 900
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan

    Wisata

    +

    Iklan