Manfaatkan Potensi Desa, Hasilkan Produk Permen

56

Kecamatan Sukorambi merupakan salah satu sentra penghasil sayur mayur di Kabupaten Jember. Hal itu terlihat hampir di semua pasar tradisional keberadaan sayur mayur berasal dari kecamatan tersebut. Hal itu memunculkan gagasan Dewi Isnaini warga Dusun Krajan Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi untuk mengolah hasil bumi desa setempat berupa sayur dibuat permen. Bahkan pemilik usaha Dewi’S Barokah itu memberi nama produknya Permen SASUJE ( Sayur Sukorambi Jember ).

Walaupun memakai alat tradisional dan usaha itu dimulai 10 Nopember 2017 namun saat bulan Ramadhan serta menjelang lebaran permen bikinan dDewi itu mengalami lonjakan hingga 150 persen. Mengingat momentum hari besar Islam tersebut Permenbuatannya banyak dijadikan sebagai suguhan spesial dan juga oleh-oleh. Dewi pun sengaja menaruh hasil produksinya dalam kemasan toples agar tampil lebih menarik dan memudahkan konsumen.

Dihari biasa Dewi mampu menghasilkan 20 kantong plastik Permen SASUJE ukuran 100gr setiap tiga hari sekali. Namun disaat sekarang ini mendekati lebaran ia bisa memproduksi permen sebanyak 50 toples.

Dewi menceritakan, usaha permen tersebut tidak berjalan mulus pada awalnya.  Ibu dua anak ini kerap kali gagal dan gagal, namun ia tidak patah semangat.

Bahkan, sang suami selalu memberikan motifasi agar usaha milik istrinya itu bisa berjalan lancar, karena itu berkat kegigihan Dewi usaha itu kini makin dikenal.

Dalam hal pemasaran, Dewi tidak hanya mengandalkan pasar lokal Jember. Langkah cerdas pun ditempuh, yakni memasarkan permen tersebut melalui internet dan sosial media. Melalui cara tersebut, Permen SASUJE banyak mendapat pembeli dari luar kota. Selain harganya terjangkau juga memiliki rasa khas, karena dibuat dari sayuran yang divariasi dengan rasa coklat, rempah, vanila dan rasa buah.

Meski usaha tersebut belum terlalu lama dimulai, namun Dewi telah berhasil membidik peluang dan selalu giat untuk memperkenalkan SASUJE. Seperti keikut sertaan produk Permen SASUJE di berbagai pameran, diantaranya pada acara Festival Pandalungan, peringatan Hari Kartini di Aula Serba Guna, malam tahun baru di Alun-alun, di acara HKTI Jember, Pasar Kita Ajung, Pasar Murah Sukorambi, Grand Cafe dan tak ketinggalan pula Pameran di Bank Indonesia dan Dinas Koperasi Jember.

Saat ini Dewi menginginkan ada pihak lain yang membantu usahanya, terutama untuk pengadaan mesin kering, karena selama ini Dewi Hanya memanfaatkan sinar matahari untuk menjemur permen tersebut sebelum siap dipasarkan.(win)