Empat Kali Berturut Turut Ikuti JFC, Meski Harus Mengatur Waktu Belajar

63

Kecintaan Devita Aprilialukitasari alumni SMPN 1 Jenggawah kepada JFC tidak diragukan lagi. Apalagi di usia cukup muda tersebut, telah mangikuti JFC secara berturut-turut sampai yang ke 4. Baginya ikut ambil bagian dalam Karnaval Fashion tersebut memiliki nilai positif tersendiri.

Anak pasangan Sentot Sukarno dan Lailatul Rifa warga Desa Suka Makmur Ajung itu dulunya anak yang pemalu, namun setelah mengikuti JFC rasa percaya semakin tumbuh dalam dirinya.

Tidak itu saja, Devita juga menggeluti berbagai kegiatan. Sampai saat ini dia tercatat sebagai anak didik di SAM Modelling Jember. Dukugan kedua orang tua merupakan motivasi tersendiri bagi devita. Dan, itu dibuktikan dengan berbagai prestasi kejuaraan. Salah satunya adalah juara dalam lomba foto kalender. Ia juga terpilih sebagi Duta Anti Narkoba tingkat SLTP yang diadakan oleh DIKNAS Kabupaten Jember dan Polres Jember. Selain itu Devita pernah juga mengikuti berbagai Lomba Fashion di kota Banyuwangi. Dan lagi-lagi ia menang dalam kegiatan tersebut. Karena itu tidaklah mengherankan jika dirumahnya yang cukup sederhana itu dipenuhi oleh puluhan tropi kejuaraan.

Dalam JFC tahun 2018 yang bertemakan Asia Light, Devita akan tampil dua kali, yaitu di JFC Art Ware dan JFC Grand Carnival, Karena itu dihari-hari ini terlihat sibuk untuk mempersiapkan busana yang akan dikenakan di JFC-17.

Menurut Sentot ayah Devita, ia dan istri tidak pernah jenuh untuk mengawal Devi saat tampil mengikuti JFC.

Sentot juga menampik tudingan jika ikut JFC itu butuh dana besar. Karena, hal itu bisa disiasati dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat. Sehingga bisa menekan ongkos pembuatan kostum yang akan di kenakan oleh Devita. Bagi sentot sendiri tidak terlampau mempermasalakan besar kecilnya dana yang harus dikeluarkan untuk ikut JFC. Namun, sebagai orang tua dia bangga anaknya saat ini tidak lagi merasa minder, bahkan Devita ini mampu merias wajahnya sendiri dengan tanpa bantuan orang lain, karena JFC mengharuskan peserta bisa merias sendiri. (win)