Cerita Dibalik Viralnya Pantai Cemara Puger Jember

Advertisement

Cerita Dibalik Viralnya Pantai Cemara Puger Jember

16 September 2020

Jember, bedadung.com -- Pantai Cemara yang berlokasi di pesisir Pantai Dusun Getem Desa Mojomulyo Kecamatan Puger, saat ini menjadi ramai dikunjungi setelah viral di medsos. Tanaman cemara yang tumbuh berderet rapi di hamparan pasir tepi laut menjadi daya tarik bagi pengunjung. Hutan cemara ini merupakan tempat favorit yang disukai pengunjung untuk berteduh dari terik mentari setelah puas menikmati pemandangan pantai.

Keindahan pantai ini tidak terjadi karena fenomena alam, tetapi dikarenakan tangan dingin seorang pejuang peduli lingkungan bernama Ketang (60 thn) atau lebih dikenal oleh masyarakat dengan nama Pak Giyo, yang rumahnya berada di tepi pantai areal hutan cemara.

P. Giyo yang bekerja sebagai nelayan setiap harinya. Ia menuturkan kepada wartawan, tanaman cemara ini ditanam sekitar akhir tahun 2014. Saat itu dirinya menanam 6.000 pohon cemara karena disuruh oleh seorang bernama Bowo dari Surabaya. "Saya tahunya bernama Pak Bowo orang Surabaya, tapi tidak tau pasti dari kantor mana, mungkin pengairan atau kelautan."tuturnya.

Pak Bowo memberinya upah, lanjut P.Giyo, dan uang tersebut dipergunakan untuk membuat sumur, membeli pompa air dan membayar upah tanam kepada beberapa orang yang membantunya di awal penanaman. Selanjutnya Giyo merawat sendiri tanaman cemara tersebut, mulai menyiram, memupuk, dan mensulami tanaman yang mati.

Tanam Pohon Cemara Dianggap tak Waras

Perjuangannya merawat tanaman cemara di atas pasir pesisir pantai Getem ini tidak berjalan mulus. Berbagai hambatan menguji niat P. Giyo dalam merawat dan membesarkan tanaman. Mulai dari kencangnya terpaan angin sampai cercaan dari masyarakat yang pesimistis perkembangan pohon cemara. "Saya dianggap tidak waras karena menanam cemara di pantai. Pekerjaan yang sia-sia karena tidak mungkin cemara hidup di pantai."ceritanya.

"Alhamdulillah setelah berjalan sekitar enam tahun, seperti inilah wajah pantai Getem yang awalnya tandus sekarang berubah menjadi sejuk karena hutan pohon cemara, sehingga ini sekarang lebih dikenal dengan pantai cemara."tutur P. Giyo.

Dengan ramai dan terkenalnya pantai cemara saat ini, Giyo berharap pemdes Mojomulyo segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pengelolaan pantai cemara supaya lebih baik dan tertata. "Saya tidak mengharapkan imbalan atau pujian apapun dengan ramainya pantai cemara saat ini. Yang penting semua pihak bisa rukun dalam mengelolanya, dan yang terpenting semua pihak turut menjaga kebersihan dan menjaga/merawat tanaman yang ada."katanya lugu. (*)