Terkait Dugaan Pemalsuan Stempel, BPD Purwoasri Desak Kades Segera Ambil Keputusan

Advertisement

Terkait Dugaan Pemalsuan Stempel, BPD Purwoasri Desak Kades Segera Ambil Keputusan

05 Agustus 2020


Jember, kabarejember.com 
-- Gonjang-ganjing dugaan pemalsuan stempel pemerintahan Desa (kepala desa,red) Purwoasri Kecamatan Gumukmas mulai ada titik terang. BPD Purwoasri sudah melayangkan surat kepada kepala desa tembusan Camat Gumukmas,  berisi Kepala Desa agar secepatnya menjatuhkan sanksi yang tepat kepada oknum perangkat desa pemalsu dan pengguna stempel milik kepala desa, Selasa siang (4/7).

Menurut P.Satun, seorang anggota BPD, surat rekomendasi BPD Purwoasri tersebut dilayangkan setelah melakukan rapat intern BPD pada hari Selasa (4/7). Dalam surat tersebut BPD memberikan 3 opsi hukuman bagi oknum pemalsu dan pengguna stempel palsu yaitu skorsing, pembinaan, dan pemberhentian. "BPD meminta supaya kepala desa segera menjatuhkan sanksi tepat berupa salah satu opsi berdasarkan rekomendasi  Camat."katanya melalui selular.

BPD sudah melakukan tugasnya, imbuh P.Satun, BPD menampung informasi masyarakat, mengadakan rapat intern BPD, dan sudah memberi surat rekomendasi kepada kepala desa.  "Sekarang giliran pak kades untuk mengambil langkah, semua keputusan ada di tangan pak Kades."ujarnya.

Sementara, DPD KPRI 1 Jember, Agus Thoriq  (Komunitas Pendukung RI 1) menyatakan bahwa pihaknya mendengar adanya dugaan pemalsuan stempel dari masyarakat Purwoasri. Berdasarkan informasi itu, KPRI 1 turun ke lapangan untuk mengecek kebenarannya. Pihaknya telah  berusaha menemui camat Gumukmas untuk bertanya, tetapi tidak berhasil.  "Menurut keterangan pak Bagus, Kasi Trantib kecamatan Gumukmas, Camat tidak dapat menemui karena sedang sibuk."ujarnya.

Perbuatan pemalsuan stempel tidak dapat dibiarkan begitu saja. "Tindakan pemalsuan stempel merupakan tindakan  melanggar hukum, dan dapat dikenai sanksi pidana."kata Thoriq.

Masih menurut Thoriq, kepala desa seharusnya berani mengambil keputusan dengan matang. Azas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan supaya keputusannya tepat.  Pihaknya akan tetap menindaklanjuti persoalan dugaan pemalsuan stempel   yang dilakukan beberapa oknum perangkat desa Purwoasri. 

Ketua BPD Purwoari, Wahid,  sampai berita ini ditayangkan belum berhasil dikonfirmasi.(her)