NEW NORMAL, PMI Bantu Alat Semprot dan Cairan Desinfektan ke Pondok Pesantren

Advertisement

NEW NORMAL, PMI Bantu Alat Semprot dan Cairan Desinfektan ke Pondok Pesantren

23 Juni 2020


JEMBER,kabarejember.com
- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember terus aktif  mencegah penularan Covid-19. Salah satunya  mencegah penularan Covid-19 masuk ke pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Jember. Apalagi, banyak pondok mulai menerima santri untuk kembali menuntut ilmu agama setelah dipulangkan karena pandemic Covid-19.

Sabtu malam (20/6) PMI Kabupaten Jember secara khusus memberikan bantuan berupa semprot (hand sprayer) dan cairan desinfektan kepada 11 pondok pesantren di Kabupaten Jember. Banyak alat semprot dan desinfektan secara simbolis diserahkan kepada pengasuh ponpes di Aula Dira Balung.

Dia berharap, masing-masing ponpes ke depannya bisa melakukan penyemprotan secara mandiri kepada lingkungan pondoknya. Sebab, penyemprotan desinfektan perlu dilakukan secara rutin untuk mencegah masuknya virus Covid-19. Bahkan, PMI Kabupaten Jember siap melatih santri agar bisa menyemprotkan dan meracik desinfektan sendiri.

Berdasarkan data yang diperoleh PMI Kabupaten Jember yang dilansir Kementerian Agama tahun 2009, di Kabupaten Jember terdapat 308 pondok pesantren yang tersebar di 31 Kecamatan dengan berbagai karakteristiknya. Dari analisa data diatas, dapat diketahui bahwa perlu langkah pencegahan untuk menekan penyebaran virus covid-19 di lingkungan pondok pesantren.

Pengasuh dan jajaran pengurus pondok pesantren mempunyai peranan penting dalam pencegahan dan pengendalian penyebaran covid-19 di lingkungan pondok pesantren. Kyai atau pengasuh sosok panutan semua santri merupakan ciri khas pondok pesantren, sehingga Kyai menjadi tokoh central dalam penegakkan pelaksanaan protokol kesehatan secara disiplin pada pondok pesantren.

Pencegahan lainnya juga dapat dilaksanakan melalui perangkat struktur pengurus pondok sebagai pelaksana teknis. mulai penyusunan regulasi pondok pesantren disesuaikan dengan protokol kesehatan hingga fungsi pengawasan, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan untuk mempersempit penyebaran virus covid-19.

H EA Zaenal Marzuki SH MH Ketua PMI Kabupaten  Jember menjelaskan, PMI sebagaimana fungsinya aktif melakukan pencegahan diseluruh lembaga pendidikan pondok pesantren secara bertahap. "Agar penyemprotan desinfektan dapat terlaksana terus menerus, PMI Jember akan melibatkan santri untuk dilatih bagaimana cara penggunaan alat penyemprotan hingga tata cara mencampur cairan desinfektan, harapannya, penyemprotan desinfektan dapat dilakukan secara rutin di pondok pesantren," sambungnya.

Tidak hanya itu, sambung dia, hari ini (Sabtu, 20/6) PMI juga menyalurkan bantuan alat semprot (hand sprayer) dan cairan desinfektan kepada 11 pondok pesantren di Kabupaten Jember, sehingga penyemprotan dapat dilakukan sendiri tanpa menunggu pihak lain, "tuturnya.

Menurut Zaenal Marzuki jumlah ponpes di Kabupaten Jember sangat banyak, "Mengingat pondok pesantren di Jember sangat banyak jumlahnya, sedangkan alat semprot dan cairan desinfektan yang diberikan sangat terbatas, maka bantuan alat tersebut diberikan kepada pondok pesantren sesuai hasil assesment berdasarkan rekomendasi kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur," pungkasnya.

Lebih lanjut Zaenal Marzuki menejelaskan, bantuan alat semprot ini sebagai langkah nyata PMI Jember membantu pemerintah dalam rangka menekan angka terkonfirmasi Covid-19 di lingkungan pondok pesantren. “Dalam tata kehidupan baru (new normal) kegiatan penyemprotan desinfektan menjadi kebutuhan mutlak bagi setiap pondok pesantren, "terangnya.

Sebelum semuanya difungsikan secara normal relawan PMI gencar melakukan penyemprotan lebih intensif. “Targetnya ialah seluruh fasilitas Pondok Pesantren steril, sebelum para santri memulai aktivitas di Pondok Pesantren,” papar Koordinator Humas PMI Kabupaten Jember Ghufron Eviyan Efendi. (Heri/hms)