Bupati Jember Resmikan Lab PCR Covid-19 di RS Jember Klinik

  • Whatsapp

Jember, bedadung.com — Bupati Jember, dr Faida, MMR., meresmikan ruang Laboratorium Biomolekuler PCR RS Perkebunan (Jember Klinik) Sumbersari, Selasa, 02 Juni 2020.

“Alhamdulillah dari BUMN ada inisiatif untuk membuat Laboratorium PCR di Jember. Tentu ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Jember dan sekitarnya,” kata bupati.

Bacaan Lainnya

Sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, bupati merespon baik adanya laboratorium baru itu.

“Seluruh kegiatan harus menjadi satu kesatuan dari gugus Covid-19, karena untuk selamat dari Covid-19 harus selamat bersama-sama,” imbuhnya.

Bupati berharap alat PCR ini bisa diprioritaskan untuk kemanusiaan, yaitu membantu penyelesaian antrian pemeriksaan swab. Berbagi tugas dengan RSD Soebandi.

Apabila berjalan baik, satu sif pemeriksaan bisa menyelesaikan 40 swab. Jika sehari 2 sif, maka akan menyelesaikan 80 sampel yag diperiksa.

Alat ini mempercepat pemeriksaan. Diagnosanya juga jadi lebih cepat. Penanganannya juga lebih cepat. “Jika positif tetap dirawat, jika negatif segera bisa isolasi mandiri di rumah,” tuturnya.

Di Jember, lanjutnya, ada 8 klaster yang dideteksi. Kebanyakan klaster dari Surabaya yaitu klaster Sukolilo. Ada juga kalster Jombang perbatasan Lumajang, klaster Jakarta, Goa, dan beberapa kalster dalam kota.

Menurut bupati, mayoritas pasie yang positif baru hasil pelacakan (tracing) dari pasien positif sebelumnya.

Direktur Operasional PTPN X, Aris Toharisman, menjelaskan, alat PCR ini bantuan dari Kementerian BUMN dengan pertimbangan khusus di tempatkan di Jember.

“Agar lebih banyak bermanfaat di bawah kendali Bupati Jember selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 yang juga seorang dokter,” katanya.

Aris menjelaskan, PTPN X ikut mendukung operasional alat PCR dalam rangka penanganan Covid-19 di wilayah Jember dan sekitarnya.

“Semoga alat ini dapat membantu pemerintah dan masyarakat agar pemeriksaan dapat berjalan cepat dan akurat dalam penanggulangan Covid-19,” harapnya. (hms)

Pos terkait