Kades Baletbaru Sesalkan Tim Satgas Covid -19 Kecamatan Sukowono

Advertisement

Ready Ads for 970x90px

Kades Baletbaru Sesalkan Tim Satgas Covid -19 Kecamatan Sukowono

06 Mei 2020





Jember, Kabarejember.com
----Kepala Desa Baletbaru Kecamatan Sukowono, Fauzi Wibowo menyesalkan kinerja tim Satgas Covid-19 (Corona) Kecamatan Sukowono. Fauizi  menilai kinerja tim Satgas Covit-19 sangat merugikan warganya. Pasalnya, ada warga yang mengaku  bahwa hasil rapid tes dinyatakan positif terpapar Covid -19, malah disuruh dikarantina mandiri di rumah.
“Ini kerja macam apa, kita ini disuruh serius melakukan pencegahan penularan. Agar warga menjaga kebersihan yaitu cuci tangan, jaga jarak, dan jangan ngumpul yang bisa menimbulkan penularan. Bahkan, jika ada warga yang datang dari perantauan luar Jember,  agar dikirim ke karantina JSG Ajung,” tutur Fauzi Wibowo kepada media.
Kades Baletbaru merasa tidak sejalan dengan tim Satgas Covid -19 Kecamatan Sukowono. “Saya betul betul kecewa, kami yang dibawah ini berharap tidak ada warga yang tertular virus Corona. Tapi ada warga yang sudah mengakui hasil Rapit Tes positif Corona, malah disuruh dikarantina mandiri di rumahnya,” paparnya.
Melihat kenyataan kinerja tim Satgas Covid -19 ini Fauzi mengaku geram dan kesal. Kegeraman dan kekesalan Fauzi karena, warga yang terpapar positif Corona tidak diisolasi di rumah sakit agar mendapatkan penangganan serius secara maksimal di rumah sakit.
Menurut dia,  warga yang ada di desanya yang terpapar Covid-19, bila dilakukan karantina mandiri di rumahnya, pihaknya tidak bisa menjamin dan yakin warga yang terpapar Covid -19, tidak melanggar aturan distancing mandiri. “ Saya kuatir, si terpapar di desanya ini tidak ada yang memantau secara khusus, terus berkeliaran kesana kemari, apa ngk malah banyak yang tertular,” ungkap Fauzi dengan mimik serius.
Fauzi berharap kepada semua pihak yang tergabung tim Satgas harus berkerja serius dan jangan main main. Artinya, kata Fauzi, virus yang sudah dinyatankan Pandemi merupakan virus yang tidak bisa diremehkan. Karena itu,  lebih baik melakukan pencegahan daripada mengobati. “Saya berharap yang terjadi di desa kami ini tidak terjadi di desa lainnya. Karena, warga kami benar benar positif terpapar virus Corana, terkesan tidak ditanggani serius tim Satgas Covid-19, ini sangat mengerikan,” imbuhnya. (robby)