Fakultas Teknik Gelar Yudisium Secara Daring

Advertisement

Fakultas Teknik Gelar Yudisium Secara Daring

29 April 2020

Jember, Kabarejember.com 
-----Ada yang menarik dalam proses Yudisium yang dilakukan oleh Fakultas Teknik Universitas Jember kali ini. Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19 ini proses Yudisium periode V tahun akademik 2019/2020 terpaksa dilakukan secara daring (online) yang terpusat di aula Fakultas Teknik Universitas Jember, (29/4).
 “Yudisium secara daring (online) ini baru petama kali kami lakukan. Hal ini karena ditengah pandemi Covid-19 ini secara aturan kami tidak bisa melakukan Yudisium seperti biasanya. Oleh karena itu terpaksa kami lakukan secara daring,” ujar Dr. Triwahju Hardianto, ST., MT. Dekan Fakultas Teknik usai memimpin pelaksanaan Yudisium.
Jika biasanya Yudisium dihadiri oleh puluhan peserta (Yudisi), kali ini hanya diwakili oleh empat orang peserta saja. Sementara sebanyak 83 peserta lainnya mengikuti semua proses Yudisium secara daring (online).
“Total ada 87 peserta. Empat orang ikut hadir mengikuti acara bersama para pimpinan Fakultas. Namun tetap memperhatikan prosedur pencegahan penularan Covid-19. Mereka mewakili teman-teman dari masing-masing program studi, teknik sipil, teknik elektro dan teknik mesin,” imbuh Triwahju.
Menurut Triwahju, walaupun dilakukan secara daring seluruh proses yang dilakukan tetap menyesuaikan dengan tata upacara Yudisium. Berkas kelulusan menurut Triwahju, telah dikirimkan kepada mahasiswa.
“Sementara ini yang telah kami kirimkan adalah foto copy dari ijazah dan transkrip nilai yang telah dilegalisir. Kami yakin kedua dokumen tersebut dibutuhkan oleh para lulusan entah untuk melamar kerja ataupun untuk proses yang lain,” pungkasnya.
Sementara itu, Marisa Eka Anggraeni bersama saudari kembarnya Mariska Eka Anggraeni, peserta Yudisium yang sama-sama dari program studi teknik sipil mengaku terharu dalam mengikuti proses Yudisium secara daring. Namun Marisa mengaku sedih karena tidak bisa merasakan kitmatnya acara secara langsung.
“Saya merasa senang dan sedih. Senangnya karena bisa merasakan bagaimana menjadi yudisi walaupun sempat tertunda dan akhirnya terlaksana. Sedihnya, karena tidak merasakan kitmatnya acara secara langsung, dengan Yudisium online terkadang suaranya itu tidak terdengar jelas,” ujarnya.

Setelah melalui proses Yudisium ini Marisa dan Mariska berencana akan mencari peluang kerja yang sesuai dengan keilmuan mereka.
“Kami berencana kerja terlebih dahulu untuk mencari pengalaman kerja. Mungkin suatu saat akan melanjutkan sekolah lagi kejenjang berikutnya,” jelas Marisa. (mia/iza/moen/hms)