Mahasiswa FKG UNEJ Peduli Pencegahan Penuluran Hepatitis A

Advertisement

Ready Ads for 970x90px

Mahasiswa FKG UNEJ Peduli Pencegahan Penuluran Hepatitis A

12 Maret 2020


Jember, Kabarejember.com 
- 12 Maret 2020, Puluhan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember memberikan  penyuluhan sanitasi higiene kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) di  sekitar kampus Universitas Jember, (12/3). Kegiatan ini dalam rangka mengedukasi masyarakat terkait pencegahan penyebaran dan penularan virus Hepatitis A.
“Hepatitis A ini adalah salah satu penyakit yang amat sangat mudah sekali menyebar. Bahkan sering kali penyakit ini ditetapkan sebagai kejadian luar biasa. Salah satu penyebab penularannya adalah kurangnya menjaga kebersihan peralatan makan yang digunakan secara bersama,” ujar drg. Dwi Kartika yang ikut mendampingi mahasiswa.
Menurut Dwi, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dari peringatan ulang tahun FKG yang ke-25. Sejak kemarin (11/3) ada sebanyak 120 mahasiswa di libatkan untuk memberikan pemahaman kepada para PKL pentingnya menjaga kebersihan peralatan dan penyajian makanan yang mereka jual.
“Walaupun tidak seheboh kasus Korona Hepatitis A ini juga harus mendapatkan perhatian serius. Karena penyakit ini sering kali mewabah di beberapa daerah termasuk di Jember juga pernah menjadi KLB (Kejadian Luar Biasa).  Jangan sampai peralatan dan makanan yang mereka sajikan menjadi perantara penularan,” jelas Dwi.
Selain itu para PKL juga mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi bagi para PKL. Hal ini diberikana karena menurut Dwi kebiasaan masyarakat melakukan pemeriksaan gigi hanya pada saat terjadi masalah pada giginya saja.
“Padahal yang benar adalah periksa gigi minimal dua kali dalam setahun. Tetapi beberapa masyarakat justru sering kali abai pada masalah gigi. Kalau sudah parah baru mereka ke dokter gigi. Padahal kalo giginya bermasalah tentu mereka juga akan terkendala dalam berjualan,” pungkas Dwi.
Sementara itu Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKG, Refaldi mengatakan, respon masyarakat terhadap kegitan penyuluhan ini sangat bagus. Hanya saja beberapa dianatara PKL merasa kesulitan untuk menerapkan standar kebersihan dengan air mengalir.
“Mereka mengeluhkan terbatasnya ketersediaan air bersih. Oleh karena itu salah satu cara yang mereka lakukan dengan menggunakan peralatan makan sekali pakai agar mencegah penularan penyakit dari satu pelanggan ke yang lain,” ujar Refaldi. [tok/moen/hms]