Peserta dari Berbagai Daerah Turut Meriahkan MTQ Tuna Netra Tingkat Jawa Timur

Advertisement

Peserta dari Berbagai Daerah Turut Meriahkan MTQ Tuna Netra Tingkat Jawa Timur

08 Desember 2019



Jember, Kabarejember.com
----- 25 peserta MTQ Tuna Netra dari berbagai daerah turut berkompetisi dalam MTQ Tuna Netra Tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Pemkab Jember mulai tanggal 6 hingga 8 Desember 2019. Mereka berasal dari Gresik, Lamongan, Lumajang, Banyuwangi, Sumenep, Bondowoso dan Jember yang akan berkompetisi untuk 2 jenis perlombaan, yakn Mushabaqoh Tilawatil Qur’an untuk putera dan puteri sebanyak 16 orang dan Mushabaqoh Hifzhil Qur’an golongan 5 juz untuk putera dan golongan 5 juz puteri sebanyak 9 orang. Kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya digelar di Kabupaten Jember.

Kegiatan ini merupakan rangkaian penyelenggaraan Hari Santri Nasional (HSN) ke 5 tahun 2019 dan seka…
[5.02 AM, 8/12/2019] Wrw Mul Prestsi: Jember Sebagai Tuan Rumah Hari Sukarelawan PMI se Jawa Timur



Kabare Jember.Jember Menjadi Tuan Rumah Peringatan Hari PMI Ke-14 Dan Sukarelawan Ke-74 Jawa Timur Tahun 2019.


Peringatan Hari Sukarelawan PMI Ke-14 Sekaligus Hari Sukarelawan Internasional yang diperingati setiap tanggal 5 Desember, kali ini  Jember sebagai tuan rumah Hari Sukarelawan PMI se-Jawa Timur.


Selaku Inspektur Upacara, Ketua PMI Pusat Bidang Kesukarelawanan, Muhammad Muas.



Muas mengatakan, dalam suasana kebersamaan, kesatuan. dan kolektifitas kerja, PMI selalu berbuat untuk membagi setiap wilayah untuk menjadi tuan rumah kegiatan palang merah.


"Hal ini agar dikenal masyarakat secara baik; Kedua, menguji hubungan pemerintah daerah dengan palang merah; Ketiga, gema kemanusiaan ini sesuai undang-undang nomor 1 tahun 2018, wajib hukumnya vagi semua kemitraan bangsa ini melakukan sosialisasi kepalangmerahan," tukasnya.

Sementara itu Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, Menyampaikan bahwasannya, Pemerintah Kabupaten Jember sejak tahun lalu telah memberikan penghargaan terhadap pendonor darah yang lebih dari 100 kali.
Penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Jember, ialah memberangkatkan umroh ke Tanah Suci. Bagi mereka yang beragama non muslim,
penghargaan yang diberikan dalam bentuk lainnya bagi sesuai kebutuhan.

“Tahun lalu kami mngumrohkan dua orang,” ungkap bupati usai upacara peringatan Hari Relawan PMI ke-14 dan Hari PMI ke-74 di Alun-alun Jember, Sabtu, 07 Desember 2019.

Penghargaan juga diberikan kepada keluarga para relawan tersebut berupa beasiswa.
Dimana pada tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Jember telah memberikan beasiswa kepada siswa tidak mampu di tingkat SD, SMP, dan SMA negeri maupun swasta sebanyak lebih 6.000 siswa.

Beasiswa juga diberikan untuk perguruan tinggi sebanyak 10.000 mahasiswa yang termasuk tidak mampu dan berprestasi.
Untuk prestasi, pemerintah memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang masuk dalam empat kategori. Yakni kategori prestasi akademik, olahraga, seni budaya, dan prestasi agama.

“Tahun 2020, untuk mengapresiasi mereka yang peduli kepada sesama, saya akan tambahkan dua kreteria untuk mereka yang berprestasi,” ungkap bupati.
Dua kriteria baru itu yakni prestasi pramuka dan kepemudaan. Selanjutnya yakni prestasi kesukarelawanan dan kepedulian dalam aksi-aksi kemanusiaan.

“Mereka akan mendapatkan hak yang sama dengan (peraih) prestasi-prestasi lainnya,” tukas Bupati Faida.

Kepada PMI, bupati berpesan agar mempedulikan nasib para relawannya. Untuk itu PMI harus mempunyai data para relawannya, mulai dari yang pemula, yang masih akif, maupun yang sudah purna.

“Perhatikan mereka dengan keluarganya. Jangan sampai semasa mereka muda, semasa mereka hidup berjuang atas nama kemanusiaan, tetapi ketika mereka tidak berdaya atau telah tiada, keluarganya terbabaikan,” pintanya.

Bupati sebagai pelindung kegiatan kepalangmerahan di Jember siap mendukung para sukarelawan Jember.

“Dan, saya ingin relawan di Jember semuanya bersertifikat. Sukarelawan harus mempunyai kompetensi. Siap sedia, jiwanya jiwa kemanusiaan, tidak ada halangan batasan lainnya, murni semata-mata kemanusiaan,” terangnya.

Untuk Palang Merah Remaja (PMR), bupati menyatakan akan memberikan dukungan lebih lanjut. Bagi bupati, lebih baik membangun generasi peduli,
sebab, orang pintar maupun orang pandai belum tentu bisa bermanfaat untuk bangsa. Tetapi, orang yang peduli pasti bermanfaat untuk sesama dan bangsa.
Karena itu, bupati meminta PMI harus selalu membina PMR.

Kepada anggota PMR, bupati memastikan anggota PMR yang berpestasi di bidang aksi sosial kemanusiaan di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, maupun internasional mendapatkan apresiasi dari pemerintah.
Anggota PMR yang berprestasi itu juga berhak untuk memilih sekolah swasta maupun negeri di Jember tanpa tes dan tanpa pengaruh zonasi.

“Mereka adalah generasi yang peduli yang perlu mendapatkan apresiasi,” ungkap bupati. ( Mul )